Data Bappenas: Pengangguran Bertambah 4,22 Juta & Penduduk Miskin Naik 2 Juta

Selasa, 12 Mei 2020 19:07 Reporter : Idris Rusadi Putra
Data Bappenas: Pengangguran Bertambah 4,22 Juta & Penduduk Miskin Naik 2 Juta Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menyebutkan jumlah masyarakat yang dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 mencapai 2 juta hingga 3,7 juta orang.

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan catatan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yaitu 1,7 juta orang, sementara Kadin mencatat terdapat 6 juta orang menganggur akibat pandemi Covid-19.

"Kemnaker mencatat 1,7 juta tenaga kerja yang di-PHK dan Bappenas sendiri menghitungnya sekitar 2 juta sampai 3,7 juta orang," kata Kepala Bappenas dalam sambutan Rakorbangpus 2020 secara virtual dikutip dari Antara Jakarta, Selasa (11/5)

Selain itu, Bappenas juga memprediksi jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun ini akan bertambah 4,22 juta orang dengan outlook Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2020 sebesar 7,8 persen sampai 8,5 persen.

"Hitungan kita perkirakan 2,3 juta sampai 2,8 juta terjadi penciptaan lapangan pekerjaan pada 2021 berhadapan dengan pengangguran yang akan bertambah 4,22 juta pada 2020 dibandingkan 2019," jelasnya.

Prediksi tersebut lebih tinggi dibandingkan target tingkat pengangguran terbuka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yaitu sebesar 4,8 persen sampai 5 persen atau realisasi 2019 sebesar 5,28 persen.

1 dari 1 halaman

Penduduk Miskin

rev1

Kepala Bappenas itu juga mengatakan peningkatan jumlah pengangguran sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk miskin di Indonesia yaitu diprediksikan bertambah 2 juta orang pada akhir 2020.

"Bersama dengan itu akan memunculkan barisan baru terkait kemiskinan yang diakibatkan oleh orang yang kehilangan lapangan pekerjaan," ujar Suharso Monoarfa.

Suharso menyebutkan outlook tingkat kemiskinan pada tahun ini sebesar 9,7 persen sampai 10,2 persen dengan target penurunan tingkat kemiskinan di level 9,2 persen hingga 9,7 persen untuk 2021.

"Tahun ini kita berharap bisa menekannya menjadi 9 persen bahkan 8,5 persen tetapi mungkin ada penambahan. Mudah-mudahan tidak kembali ke dua digit karena itu benar-benar pekerjaan yang berat pada 2021," katanya.

Oleh sebab itu Menteri PPN dan Kepala Bappenas itu menyatakan pemerintah akan segera melakukan pemulihan ekonomi yang dimulai pada sektor yang memiliki banyak lapangan pekerjaan seperti pariwisata, industri manufaktur, dan perdagangan.

"Investasi juga kita pulihkan utamanya yang padat karya dan pariwisata. Kita tahu mereka mengalami keterpurukan yang luar biasa sehingga penyerapannya terhadap tenaga kerja cukup luar biasa besar," katanya. [idr]

Baca juga:
Bos Bapennas Sebut Banyak Pemerintah Daerah Tak Konsisten soal Data Penduduk Miskin
Kemelut Data Penduduk Miskin di Daerah
Kisah Mbah Saliyem yang Hidup Miskin di Tengah Kebun, Korban Bantuan Salah Sasaran
Pilu Maiyah Bertahan di Tengah Pandemi, Bantuan Tak Dapat, Buat Makan Harus Utang
Sri Mulyani: Dalam Dua Bulan, Kemiskinan Indonesia Kembali Melonjak Seperti 2011
Lima Rekomendasi Penanggulangan Kemiskinan Akibat Pandemi Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini