Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gorontalo Utara telah menetapkan Desa Dudepo di Kecamatan Anggrek sebagai destinasi wisata baru. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pendapatan asli daerah serta memberdayakan masyarakat setempat. Inisiatif ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya pariwisata yang ada di wilayah tersebut.
Kepala Disparbud Gorontalo Utara, Robin Daud, menyatakan bahwa pemilihan Desa Dudepo didasari oleh keunikan dan keindahan alamnya. Desa kepulauan ini memiliki akses yang mudah melalui Pelabuhan Anggrek. Keindahan pantai berpasir putih menjadi daya tarik utama yang diandalkan.
Program pengembangan desa wisata bahari ini melibatkan berbagai kegiatan. Mulai dari pelatihan seni pertunjukan, bersih-bersih pantai, hingga edukasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat dalam mengelola sektor pariwisata secara mandiri.
Advertisement
Advertisement
Desa Dudepo, sebuah desa kepulauan di Kecamatan Anggrek, memiliki luas sekitar 1.100 hektare. Desa ini dihuni oleh 395 kepala keluarga yang tersebar di enam dusun. Keindahan alamnya ditandai dengan pantai berpasir putih yang eksotis, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan pariwisata.
Robin Daud menekankan bahwa aksesibilitas menuju Desa Dudepo cukup mudah. Pengunjung dapat mencapainya melalui Pelabuhan Anggrek, yang mempermudah wisatawan untuk datang. Kemudahan akses ini menjadi salah satu pertimbangan utama Disparbud dalam mengembangkan desa ini sebagai destinasi unggulan.
Pihak Disparbud berharap keindahan pantai yang dimiliki Desa Dudepo dapat segera menarik minat wisatawan. Dukungan kuat dari pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat realisasi target ini. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan pengembangan desa wisata bahari ini.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya membentuk Desa Dudepo sebagai desa wisata bahari, Disparbud Gorontalo Utara menggelar berbagai kegiatan. Pelatihan seni pertunjukan diberikan untuk menggali potensi budaya lokal. Selain itu, kegiatan bersih-bersih pantai juga rutin dilaksanakan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Edukasi intensif diberikan kepada calon Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Mereka diajarkan tentang tata laksana pengelolaan penginapan (home stay) dan area berkemah (camping wisata). Program ini bertujuan agar masyarakat Desa Dudepo mampu mengelola sektor pariwisata secara profesional dan mandiri.
Menariknya, kegiatan seperti mandi bersama di pantai dan kursus singkat bahasa Inggris untuk siswa SD mendapat respons positif. Inisiatif ini tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga memberdayakan warga lokal. Robin Daud menyatakan kegiatan ini akan rutin digelar sebagai upaya menjadikan Desa Dudepo maju melalui kemandirian desa wisata.
Advertisement
Pemerintah daerah berharap penuh agar target tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa. Kolaborasi yang kuat akan mempercepat terwujudnya Desa Dudepo sebagai destinasi wisata baru. Hal ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir tersebut.
Sumber: AntaraNews