Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak Kebijakan B20 dan Kenaikan Tarif Impor Mulai Terlihat di Tahun 2019

Dampak Kebijakan B20 dan Kenaikan Tarif Impor Mulai Terlihat di Tahun 2019 Peluncuran perluasan penggunaan Biodiesel. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal mengatakan dampak upaya pemerintah untuk menekan impor melalui implementasi B20 maupun penaikan tarif PPh barang impor akan mulai terlihat di tahun 2019.

"Jadi ada beberapa kebijakan yang tahun ini belum bisa terlihat hasilnya, di tahun depan sudah mulai terlihat," katanya, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/1).

Menurut dia sejauh ini kebijakan-kebijakan tersebut masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. "Kita berharap setidaknya seiring berjalannya waktu akan kelihatan dampaknya. Saat ini terus terang belum kelihatan dampaknya," ujar dia.

"Setelah kemarin PPh impor untuk barang konsumsi, itu kan di September, malah Oktober, November terjadi defisit yang lebih besar. Juga B20 semestinya itu mengurangi impor migas. Itu belum terasa di tahun ini," lanjut Faisal.

Dia mengatakan, jika kebijakan tersebut dapat dijalankan secara konsisten, maka dampaknya terhadap penurunan impor sudah akan mulai terlihat di tahun 2019 dan mampu menekan defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Saya pikir B20 kalau berjalan secara konsisten di tahun depan bisa mengurangi impor migas. Artinya dari sisi defisit migar kita bisa sedikit ditahan. Saya pikir prediksi dari Pertamina, (B20) akan mengurangi impor migas kita sebesar USD 162 juta. Saya pikir itu bisa berefeknya di tahun depan," imbuh dia.

"Itu yang menyebabkan juga, saya pikir di tahun depan impor akan sedikit berkurang, tapi ekspor kita masih belum banyak berubah seperti di tahun ini. pertumbuhannya masih lambat," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP