Dahlan: PLN rugi sudah sejak zaman Majapahit
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak menampik temuan potensi kerugian negara lantaran inefisiensi dalam operasional PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dia mengakui bahwa PLN mengalami kerugian yang sangat besar, jauh di atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
Dahlan membela diri ketika dituding sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas inefisiensi PLN. Menurut Dahlan, kerugian tersebut sudah terjadi sejak lama dan menjadi warisan turun temurun.
"Itu (warisan) sejak lama. Sejak zaman Majapahit," ujar Dahlan di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (25/10).
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2009 dan 2010 menunjukkan adanya potensi kerugian inefisiensi dengan nilai mencapai Rp 37 triliun. Kerugian itu terjadi karena PLN masih menggunakan bahan baku BBM. Padahal, jika menggunakan gas biaya produksi listrik PLN dapat lebih efisien dari segi harga.
Soal temuan adanya kekeliruan kontrak penyediaan gas, sehingga PLN terpaksa menyewa genset dari China, Dahlan hanya bungkam. Dia langsung berlalu menuju mobil.
Sebelumnya, Wakil Ketua BPK Hasan Bisri menyatakan kekeliruan paling fatal ada pada kontrak kerja yang dibuat PLN. "Kesalahan PLN, misalnya dalam kontrak tidak diatur sanksi," ujar Hasan beberapa waktu lalu. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya