Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cuaca buruk, aktivitas pengeboran minyak berhenti sementara

Cuaca buruk, aktivitas pengeboran minyak berhenti sementara pengeboran minyak lepas pantai. shutterstock

Merdeka.com - Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia berdampak cukup signifikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui terjadi hambatan dalam pengeboran minyak lantaran cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini. Produksi minyak nasional pun berada di titik nadir.

Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Gde Pradnyana mengatakan, jika cuaca makin buruk, para KKKS diminta menutup sementara pengeboran di lepas pantai. Sebab, jika masih tetap beroperasi dapat membahayakan pekerja tambang yang ada di anjungan lepas pantai.

"Cuaca buruk memang berdampak terutama yang di laut mengalami kendala-kendala serius dalam minggu-minggu ini. Bahkan ada kapal kontraktor tenggelam yang itu, untung kru-kru kapalnya bisa diselamatkan. Begitu juga akomodation barge itu ada 250 orang yang kita ungsikan dulu dari laut di Gresik," ujar Gde kepada wartawan di Jakarta Kamis (17/1).

Gde menegaskan, untuk sementara ini, pengeboran lepas pantai yang telah berproduksi diminta untuk tetap menjalankan aktivitasnya. Sedangkan untuk tahap eksplorasi diminta agar menutup dulu sementara pekerjaan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tapi bukan shutdown total, itu misalnya ada pekerjaan tambahan penunjang di lepas pantai. ini mengungsikan pekerja yang melakukan pemasangan pipa, tag, pekerjaan instalasi barulah. kalau existing produksi tetap beroperasi," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP