China harap KTT Jalan Sutra tak hanya dianggap proyek One Belt One Road
Merdeka.com - China berharap Konferensi Tingkat Tinggi Jalan Sutra atau Belt and Road Initiative (BRI) dapat dipahami sebagai strategi kerja sama regional untuk negara-negara di kawasan Eurasia serta Afrika, dan bukan sekadar proyek konektivitas yang justru lebih dikenal dengan istilah One Belt One Road (OBOR).
Peneliti Senior Akademi China untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi Zhang Jianping mengatakan hingga saat ini China masih menghadapi berbagai salah persepsi mengenai BRI.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa strategi ini tidak hanya mencakup one belt atau one road saja tetapi merupakan platform kerja sama regional," kata Jianping.
Menurutnya, adalah hal yang wajar jika beberapa negara memiliki sentimen negatif mengenai KTT Jalan Sutra ini. Sebab, negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar cenderung memiliki perbedaan opini dan persepsi.
Meskipun tidak bisa memaksa setiap negara untuk menyambut baik inisiatif ini, Jianping kembali meyakinkan bahwa BRI merupakan kunci pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan regional.
"Sebagian besar orang sangat menginginkan pembangunan, mereka berharap memperoleh akses listrik, internet dan air bersih, memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan serta memiliki kondisi hidup lebih baik," imbuhnya.
Dengan dipahaminya konsep tersebut, maka masyarakat internasional dapat memahami pentingnya kerja sama melalui platform BRI untuk sama-sama mendapat manfaat dari pembangunan dan konektivitas.
"Hanya dengan berkembang kita dapat menemukan solusi untuk masalah sosial ekonomi," tutur pria yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pusat Kerja Sama Ekonomi Regional di lembaga yang berafiliasi dengan Kementerian Perdagangan China itu.
Sebagai model baru kerja sama internasional dan globalisasi inklusif, BRI mengusung konektivitas sebagai kata kunci dalam berbagai sektor seperti perdagangan, pembangunan infrastruktur serta relasi antar manusia.
"Ini adalah kombinasi strategi Barat dan Timur, bahkan lebih baik daripada perjanjian perdagangan bebas yang terlalu Barat dan jauh dari kawasan kita," pungkas Jianpiang.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya