Cerita lucu mobil digebrak dikira taksi online, padahal jemput pacar
Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar, mengungkapkan cerita lucu mengenai keberadaan taksi online. Di satu waktu, dia mengatakan ada mobil dipukul-pukul saat parkir karena dikira taksi online. Padahal, sang pengemudi mau menjemput pacarnya.
"Dia hanya parkir, lalu ada yang gebrak-gebrak. Padahal cuma menunggu pacarnya," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (7/4).
Maka dari itu, guna menghindari kejadian serupa, pemerintah memberlakukan aturan penggunaan stiker khusus pada taksi online. Aturan ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2017.
Menurutnya, penggunaan stiker khusus ini juga sudah umum diterapkan di negara lain. "Di negara lain juga seperti itu. Masyarakat jadi terlindungi. Jadi tanda itu untuk pencegahan bukan menambah beban," tuturnya.
Sebelumnya, Pudji mengatakan pemerintah akan menambahkan pembeda antara taksi online dan taksi konvensional. Di mana, pada kedua taksi tersebut akan ditambahkan stiker berwarna biru dengan logo yang berbeda. Hal tersebut untuk mempermudah masyarakat dan pihak kepolisian untuk mengenali taksi online dan konvensional.
"Kita tambahkan sebuah penanda untuk membedakan taksi online dan taksi konvensional berupa stiker warna biru lingkaran. Nanti ada stiker bentuk T seperti gambar persimpangan jalan tapi bisa juga menggambarkan taksi. Dan warna biru sebagai tanda cinta angkutan aplikasi ini. Jadi masyarakat dan pihak kepolisian dipermudah dalam pengenalannya," ujar Pudji.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya