Cerita Anak Buah Dirut Garuda Tutupi Pembelian Harley Hingga Ketahuan Sri Mulyani

Kamis, 5 Desember 2019 17:45 Reporter : Anggun P. Situmorang
Cerita Anak Buah Dirut Garuda Tutupi Pembelian Harley Hingga Ketahuan Sri Mulyani Menkeu Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menceritakan bahwa anak buah direktur utama Garuda Indonesia berinisial SAS sempat pasang badan mengaku sebagai pemesan onderdil Harley Davidson ilegal. Namun, kedok tersebut terbongkar usai kajian menyeluruh dilakukan oleh Kemenkeu.

"Saudara SAS mengaku bahwa barang ini dibeli melalui account eBay jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay. Namun waktu kita cek pengakuan dari saudara SAS akan beli Harley melalui account eBay kami tak dapat kontak dari penjual yang didapat dari eBay tersebut," ujarnya di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/12).

Kejanggalan lain kata Sri Mulyani adalah SAS memiliki utang di bank sebesar Rp30 juta untuk merenovasi rumah. Selain itu, SAS juga diketahui tidak memiliki hobby sebagai pengguna motor gede sejenis Harley Davidson.

"Kita juga lihat saudara SAS punya bank utang sebanyak Rp30 juta yang dicairkan pada Oktober untuk renovasi rumah. Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp50 juta. Kami melihat saudara SAS ini memang hobby nya sepeda, kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," paparnya.

1 dari 1 halaman

Terancam Hukum Pidana

Sri Mulyani melanjutkan, dalam perjalanan ke depan apabila SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan maka akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

"SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelasnya.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan.

"Dibutuhkan komitmen seluruh pihak menjaga seluruh Indonesia dari tindak-tindakan ilegal dalam menanggulangi hal-hal tersebut. Tentu seberapapun ketatnya bea cukai kita tidak bisa melaksanakannya sendiri jadi perlu kerja sama dengan berbagai pihak," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Garuda Indonesia soal Pemecatan Dirut: Kami Ikut Pak Menteri
Menko Luhut Dukung Putusan Erick Thohir Tertibkan Garuda Indonesia
Penyelundup Harley Davidson, Ari Ashkara Terancam Hukuman Perdata dan Pidana
Menhub Budi Minta Erick Thohir Segera Tetapkan Plt Dirut Garuda
Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Penyelundupan Harley Davidson
Kronologi Dirut Garuda Indonesia Beli Harley Davidson Hingga Diselundupkan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini