Cadangan devisa RI makin tergerus
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mendapati cadangan devisa (cadev) pada posisi Juli kembali tergerus sebesar USD 5,43 miliar. Dari USD 98,1 miliar pada posisi Juni menjadi USD 92,67 miliar pada akhir Juli 2013. Langkah Pemerintah menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang dolar dan strategi BI melakukan lelang Swap, memberi pengaruh tipis terhadap kondisi cadev.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengatakan, nilai cadev tersebut setara dengan 5,1 bulan impor dan pembayaran Utang Luar Negeri Pemerintah. "Masih cukup baik. Ini posisi Juli, jadi masih belum banyak dipengaruhi lelang swap, suplai valas memang masih minim pada Juli," kata Peter di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (14/8).
Menurut Peter, penyebab tergerusnya cadev masih disebabkan oleh pembayaran utang korporasi, pembagian dividen dalam mata uang USD dan aktivitas impor, masih menjadi penyebab tergerusnya cadev. Selain itu, pasokan valas dari sisi ekspor yang belum masuk, menambah tekanan terhadap cadev.
"Impor masih tinggi, pembayaran utang, dividen Juli masih tinggi. Problem sebenarnya bukan itu, suplainya yang belum masuk, suplai dari ekspor. Dari inflow masih sedikit. Tekanan outflow sudah mulai berkurang Juli," jelas Peter.
Melihat kondisi saat ini dimana pada dua minggu pertama bulan Agustus, tercatat inflow atau aliran modal masuk mencapai USD 400 juta, Peter mengaku BI optimis kondisi cadev akan membaik.
"Yang menarik kalau kita ingat bulan Juni, net outflow USD 4 miliar. Juli itu hampir imbang, hampir ke nol lah inflow outflow. Tapi Agustus, dua minggu pertama USD 400 juta. Ini menunjukkan ada harapan ke depan akan jadi lebih baik," ungkap Peter. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya