Butuh ratusan ribu hektar tanah untuk pindahkan Ibu Kota RI
Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil ikut angkat bicara terkait rencana pemindahan ibu kota. Menurutnya, butuh ratusan ribu hektar tanah untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta. Mengingat, nantinya daerah tersebut akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Itu akan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Harus cukup luas, ratusan ribu hektar," kata Sofyan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/7).
Pihaknya sudah menyiapkan 3 daerah yang akan menjadi pengganti Jakarta, di mana 2 daerah di antaranya berada di Kalimantan. Meski begitu, pihaknya akan menyeleksi daerah-daerah tersebut agar sesuai dengan kriteria untuk menjadi Ibu Kota.
Seperti dari segi kelayakan, topografi, dan dari segi risiko. "Jadi kita akan lihat berbagai risiko. Kalau risiko gempa tidak. Tapi kita lihat ada risiko banjir macam-macam harus dilihat. Nanti kita pilih yang paling tepat," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Sofyan, untuk daerah yang memiliki hutan, pihaknya akan meneliti terlebih dahulu apakah hutan tersebut termasuk hutan lindung atau tidak. Sehingga, nantinya Ibu Kota yang akan dibangun nanti tidak akan merusak alam.
"Nanti kita lihat kalau hutan apa statusnya. Kalau hutan lindung itu tidak boleh dibuka. Tapi dekat hutan lindung enggak apa-apa sehingga nanti ibu kota kita suatu saat berhutan," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya