BUMN ini bakal pamer produk di pameran pertahanan kelas dunia
Merdeka.com - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI menyusun strategi untuk meningkatkan penjualan. Setidaknya, selama 2016 ini, perusahaan yang berkantor pusat di Bandung sudah mengekspor produknya di 11 perhelatan nasional maupun internasional.
Terbaru, INTI bersama 12 badan usaha milik negara industri strategis (BUMNIS) berjualan bersama di BUMNIS Pavilion pada perhelatan akbar kelas dunia, Indodefence 2016 Expo and Forum.
INTI akan memamerkan perangkat sistem Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) yang dapat berintegrasi dengan teknologi surveillance lain atau beroperasi sebagai sumber informasi independen pada keperluan monitoring. Perangkat sistem ini dilengkapi dengan sejumlah alat untuk mencegah tabrakan antar-pesawat, meningkatkan dan mengoptimalkan ruang udara di bandara, monitoring posisi pesawat, serta berperan sebagai secondary radar pada Air Traffice Controller (ATC).
"INTI terlibat pada pameran bidang pertahanan kelas dunia ini untuk mendukung strategi Sinergi BUMN, juga untuk mendongkrak penjualan perusahaan," ungkap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT INTI, Jefri Wahyudi dalam keterangannya pada merdeka.com di Jakarta, Selasa (1/11).
Selain ADS-B, INTI-pun unjuk gigi lewat INTI Smart Exchange yang memiliki merupakan solusi komunikasi cerdas menggunakan switching berbasis internet protocol yang dilengkapi smart routing, dapat melakukan interoperabilitas dengan berbagai jaringan telekomunikasi tetap, seluler, satelit, fiber optik, dan next generation network. Perangkat ini dapat menghemat biaya komunikasi secara signifikan. Lalu, INTI pun menampilkan produk Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila), Hospital Management System (HMIS), dan Radar Cuaca.
Dalam tahun anggaran 2016, INTI mengagendakan strategi penjualan melalui Sinergi BUMN serta meningkatkan intensitas kegiatan pemasaran untuk mengupayakan percepatan perolehan kontrak dan penjualan hingga akhir tahun. Melalui ajang pameran Indodefence 2016 Expo and Forum itu, INTI mengharapkan dapat mencapai target kontrak tahun ini sebesar Rp 1,804 triliun dengan saldo kontrak mencapai Rp 2,12 triliun, serta penjualan sekitar Rp 1 triliun yang meningkat 215,9 persen dari tahun anggaran 2015.
"INTI membawa sejumlah produk andalan yang bisa mendukung industri pertahanan," tutup Jefri.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya