Bulog Manfaatkan Jaringan Aprindo Jual Beras Medium di Toko Ritel

Selasa, 12 November 2019 10:55 Reporter : Merdeka
Bulog Manfaatkan Jaringan Aprindo Jual Beras Medium di Toko Ritel Kerjasama Bulog-Aprindo. ©2019 Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Perum Bulog menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) terkait penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey yang turut disaksikan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (12/11).

Dalam sambutannya, Roy mengatakan, kerjasama ini digalang dengan tujuan untuk mendukung upaya penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen dengan mutu yang baik dan harga sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami mengajukan kepada pemerintah, tanda tangan dengan Bulog untuk penyerapan beras Bulog yang medium tapi kualitas premium untuk bisa didagangkan di toko ritel modern, sehingga bisa diterima seluruh masyarakat Indonesia," ujar Roy.

Menurutnya, Aprindo yang beranggotakan 150 perusahaan ritel dengan 45.000 gerai yang tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keamanan distribusi barang dan stabilisasi harga, khususnya yang rentan akan fluktuasi harga.

Sementara itu, Buwas menyampaikan, melalui pelaksanaan kerjasama antara Perum Bulog dengan Aprindo ini, nantinya diharapkan agar seluruh proses dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan komoditi pangan pokok bagi masyarakat melalui Aprindo dapat ditangani secara baik dengan memanfaatkan kompetensi dari kedua belah pihak.

"Hal ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam meredam gejolak harga pangan yang tercermin dari stabilnya tingkat inflasi nasional khususnya inflasi bahan pangan," tuturnya.

"Dengan jumlah jaringan gudang mencapai lebih dari 1.400 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Bulog telah menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga," tandasnya.

1 dari 1 halaman

1 September 2019, Bulog Mulai Salurkan Beras Program BPNT

Perum Bulog, per 1 September 2019, akan menjadi penyalur beras dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ketentuan tersebut telah resmi setelah ada penandatanganan kesepakatan dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan program tersebut salah satu perintah Presiden Joko Widodo untuk menggenjot BPNT kepada masyarakat.

"Mulai 1 September otomatis kita menyuplai. Bapak presiden kan menginginkan penerima BPNT ini bisa merasakan manfaatnya," kata Budi Waseso di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut menjelaskan pihaknya akan menyalurkan beras premium dan medium untuk BPNT. Penjualan beras medium dilakukan mengingat banyak masyarakat yang lebih memilih kuantitas dibandingkan dengan kualitas.

Dengan adanya beras medium, kata dia, warga bisa mendapat jatah beras lebih banyak. Menurut Budi, perbedaan beras yang didapat masyarakat bisa dua kali lipat.

Buwas menjelaskan pihaknya menjual beras medium sesuai ketentuan pemerintah sebesar sebesar Rp8.100 per kilogram (Kg). Bila dijual sampai di pasar, harga jual beras medium Bulog menjadi Rp8.600 per Kg.

"Jangan lah mereka dipaksa beli premium. Biar masyarakat memilih, ternyata kan beras medium dan premium itu bedanya cuma masalah pecahannya saja kan ya, tapi kalau sudah dimasak kan sama," kata Buwas.

Buwas menjelaskan dengan ditetapkan Bulog jadi penyalur beras BPNT diharapkan menyelesaikan masalah sirkulasi Bulog. Penugasan ini otomatis membuat program beras sejahtera (Rastra) sudah selesai dan berubah jadi BPNT 100 persen.

Dia melanjutkan ke depannya akan ada kartu sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bukan hanya memenuhi beras, tetapi kebutuhan lain seperti gula, telur.

"Maka nanti ke depan, berarti nanti sembako yang diterima masyarakat penerima manfaat," ungkap bos Bulog tersebut.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Bulog Bakal Bangun King Market, Toko Modern Khusus Pangan
Bulog Belum Berencana Impor Daging Sapi Brasil Karena Persediaan Masih Ada
Bulog Minta Penyaluran BPNT Melalui Sistem Digital
Bulog akan Salurkan Beras Bergizi untuk Masyarakat Miskin
Perum Bulog Sulap Dedak Jadi Panganan Bergizi
Bulog Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras di Pasaran

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini