Bos Bulog Budi Waseso Marah dan Bongkar Mafia Penyaluran BPNT

Rabu, 18 September 2019 12:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bos Bulog Budi Waseso Marah dan Bongkar Mafia Penyaluran BPNT Budi Waseso. ©2016 merdeka.com/mappesona

Merdeka.com - Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan mengajak penerima bantuan tidak membeli beras perusahaan pelat merah itu. Pada kenyataannya, dia menyakini, kualitas beras Bulog mampu bersaing dengan beras produksi perusahaan lain.

"Ya bisa dong, karena beras kita kan beras bagus. Itu ada kan yang menyuarakan beras Bulog itu jelek, buktinya? Ini sebentar lagi nanti saya kasih tahu kejahatan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku penyalur untuk BPNT," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/9).

"Saya ini mantan polisi jadi jangan dipakai main-main, saya akan buktikan kejahatan-kejahatan selama ini untuk program BPNT itu sangat luar biasa," sambungnya.

Beberapa kejahatan yang dilakukan penyalur BPNT antara lain memberikan beras kepada penerima bantuan yang tidak sesuai harganya. Masyarakat terkadang tidak tahu beras yang diterima berupa beras medium dengan harga premium.

"Saya tidak mau, saya tidak ada kepentingan apa-apa, kecuali untuk kepentingan program pemerintah, ini masyarakat saudara kita yang kurang mampu, jangan dikurangi, sekarang kan nyatanya dikurangi, mereka tidak tahu beras yang diterima medium tapi dihargai premium, apa tidak kejahatan, penipuan?" katanya.

Ke depan, penyaluran BPNT hanya akan menggunakan beras produksi Bulog. Hal tersebut pun sudah mulai berjalan meski pada praktiknya di lapangan masih ada oknum-oknum yang tidak menyukai kondisi tersebut.

"Sudah perintah Pak Mensos beras Bulog, Pak Presiden juga sudah katakan berasal dari beras Bulog, jadi yang membangkang perintah Presiden ya itu yang harus diselesaikan. Sudah berjalan, tapi masih ada di lapangan ada yang tidak ikhlas," jelasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Bulog
  2. Budi Waseso
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini