Bulog Kawal Panen Padi Berkualitas, Libatkan PPL hingga Babinsa untuk Jaga Kualitas Beras Nasional

Perum Bulog serius kawal panen padi berkualitas di seluruh Indonesia, menggandeng PPL dan Babinsa untuk memastikan gabah petani terserap dengan skema 'any quality' sekaligus menjaga mutu beras nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Kawal Panen Padi Berkualitas, Libatkan PPL hingga Babinsa untuk Jaga Kualitas Beras Nasional
Perum Bulog memperkuat pengawalan panen padi berkualitas bersama PPL dan aparat keamanan, memastikan kebijakan penyerapan gabah petani berjalan optimal dan menjaga stabilitas pangan nasional. (AntaraNews)

Perum Bulog mengambil langkah proaktif dengan menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) hingga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengawal panen padi berkualitas. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari kebijakan penyerapan gabah nasional yang berorientasi pada perlindungan maksimal bagi para petani di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya adalah untuk memastikan hasil panen petani tidak hanya terserap, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pengawalan panen ini dilakukan seiring berlanjutnya kebijakan pembelian gabah dengan skema 'any quality'. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memastikan seluruh hasil panen petani tetap terserap oleh Bulog. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani.

Rizal menambahkan bahwa koordinasi lanjutan akan segera dilakukan dengan seluruh PPL se-Indonesia, serta rekan-rekan Babinsa dan Babinkamtibmas. Pertemuan ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahwa gabah yang dipanen adalah gabah yang telah masuk dalam usia panen optimal. Hal ini penting untuk menjaga kualitas beras yang akan diserap oleh Bulog.

Bulog secara konsisten mempertahankan kebijakan pembelian gabah dengan skema 'any quality' setelah berkoordinasi intensif dengan jajaran direksi dan melaporkan pelaksanaannya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

Melalui skema inovatif tersebut, Bulog memastikan seluruh gabah petani dapat dibeli dengan harga pemerintah yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga ini bertujuan untuk memutus ketergantungan petani pada tengkulak saat musim panen tiba, sehingga petani mendapatkan harga yang lebih adil dan stabil. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani di seluruh pelosok negeri. Dengan adanya kepastian penyerapan dan harga, petani dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas tanpa khawatir akan fluktuasi harga pasar yang merugikan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong semangat bertani.

Meskipun menerapkan kebijakan 'any quality' untuk penyerapan gabah, Bulog menegaskan bahwa pelaksanaan pada tahun 2026 akan disertai ketentuan penting. Gabah yang diserap harus berasal dari padi dengan usia panen yang telah mencukupi, guna menjaga kualitas beras nasional. Kualitas gabah yang baik akan menghasilkan beras yang berkualitas pula.

Bulog menilai bahwa panen padi sebelum usia optimal berisiko tinggi menurunkan mutu beras secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan tingkat pecah tinggi, daya simpan yang rendah, dan kualitas hasil olahan yang tidak maksimal. Oleh karena itu, edukasi mengenai usia panen sangat krusial.

Untuk mengatasi potensi masalah tersebut, Bulog memperkuat koordinasi lapangan dengan PPL di seluruh Indonesia, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka bertugas menyosialisasikan standar usia panen yang tepat kepada para petani. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya panen pada waktu yang tepat.

Langkah pengawalan panen ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan petani, peningkatan kualitas beras nasional, dan penguatan peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan berkelanjutan. Ini adalah upaya komprehensif untuk mencapai ketahanan pangan.

Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog, yaitu mencapai 4 juta ton pada tahun 2026. Target ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa target pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dinaikkan dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton. Peningkatan ini bertujuan untuk memperkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.

Keputusan menaikkan cadangan beras pemerintah ini diambil agar pemerintah lebih mudah melakukan intervensi pasar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan serta harga beras bagi masyarakat. Selain itu, peningkatan cadangan juga mempermudah penyaluran bantuan pangan nasional secara cepat dan tepat sasaran.

Penambahan target serapan beras ini sangat penting untuk memperkuat peran Perum Bulog sebagai penopang stabilisasi pangan nasional yang jangka panjang, berkelanjutan, adil, dan efektif bagi petani. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi