BPJT Antisipasi Kejadian Brexit 2016 di Mudik 2019

Selasa, 7 Mei 2019 19:54 Reporter : Dwi Aditya Putra
BPJT Antisipasi Kejadian Brexit 2016 di Mudik 2019 Arus balik di Tol Cikampek. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mewaspadai agar kejadian Brexit (GT Brebes Timur) tidak terjadi kembali pada musim mudik Lebaran tahun ini. Sebab, jika berkaca pada 2016 lalu, kemacetan parah terjadi hingga berhari-hari di GT Brexit dan meninggalkan catatan buruk.

Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan BPJT, Joko Santoso mengakui kejadian Brexit memang menjadi peristiwa yang tidak menyenangkan dan masih membekas sampai sekarang. Tidak hanya bagi masyarakat, bagi pemerintah pun demikian.

"Brexit 2016 mudik dirasa yang paling tidak menyenangkan," ujarnya saat diskusi dan peluncuran buku Mudik Minim Polemik, di Jakarta, Rabu (7/5).

Joko mengisahkan kejadian pada 2016 lalu terjadi karena saat itu Jakarta hingga Brebes sudah tersambung tol. Sehingga banyak pemudik yang penasaran untuk mencoba jalan tol baru tersebut yang kemudian menyebabkan kepadatan panjang.

Ditambah pada saat itu, kata Joko jalan arteri yang ada di jalur pantura kurang baik. Sehingga banyak kendaraan yang memilih lewat jalan tol tersebut.

"Karena kejadian brexit kapasitas jalan tolnya tidak bisa menampung pengguna. Itu disebabkan pengguna berpindah ke jalan tol brexit karena diinfokan jalan tol tersambung dan pihak petugas belum siap antisipasi lonjakan itu," jelasnya.

Berkaca pada kejadian tahun lalu, Joko meyakini pada tahun ini tidak akan terjadi kejadian seperti Brexit 2016 lalu. Sebab pemerintah sudah menyiapkan jalan tol baru maupun arteri secara maksimal.

Di samping itu, sinergitas pemerintah dalam menyukseskan mudik ini sendiri terus diperkuat. Seperti misalnya, yang terjadi pada Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR), hingga pihak kepolisan yang selalu bekerja baik.

"Sampai 2019 capaian Kementerian PUPR sudah operasi 1744 km dengan kerja sama 32 badan usaha jalan tol serta jalan tol yang dioperasikan 49 ruas," pungkas Joko. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini