Bos Pajak: Dana Bebas Repatriasi Tax Amnesty Per September Rp 12,6 triliun

Senin, 14 Oktober 2019 18:47 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bos Pajak: Dana Bebas Repatriasi Tax Amnesty Per September Rp 12,6 triliun Help Desk Tax Amnesty. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, repatriasi tax amnesty yang telah jatuh tempo disimpan di Indonesia hingga September 2019 sekitar Rp 12,6 triliun. Repatriasi adalah dana yang kembali ke Indonesia dan diinvestasikan di dalam negeri serta tidak boleh di bawa ke luar negeri minimal tiga tahun sejak awal tax amnesty di 2016.

"Berdasarkan data yang masuk Juli sampai September 2016 total Rp 12,6 triliun. Jadi yang masuk sampai September 2016 adalah Rp 12,6 triliun dengan demikian yang sudah free September 2019 ini hanya Rp 12,6 triliun dari total Rp 146 triliun," ujarnya di Kantor DJP, Jakarta, Senin (14/10).

Robert mengatakan, dana repatriasi tersebut tidak akan mudah keluar dari dalam negeri. Hingga kini, pihaknya terus mengamati belum ada pergerakan dana drastis keluar dari Indonesia. Adapun repatriasi masuk ke Indonesia melalui pintu masuk dana sebesar Rp 130 triliun sementara melalui SBN sebesar Rp 16 triliun.

"Dari data pelaporan gateway sampai Agustus 2019 belum ada pergerakan dana masih Rp 130 triliun dan kami yakin berakhirnya holding periode tidak akan mempengaruhi atau mentrigger dana keluar negeri," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, dana repatriasi hasil tax amnesty sudah banyak yang diinvestasikan di dalam negeri. Hal tersebut menjawab pertanyaan berbagai pihak yang mengkhawatirkan dana repatriasi akan keluar dari Indonesia.

"Jadi banyak yang sudah dilakukan investasinya di Indonesia," ujar Menkeu Sri Mulyani di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/10).

Sri Mulyani melanjutkan, dana repatriasi sudah banyak dikomunikasikan dengan pemilik dana. Meski demikian, pemerintah akan terus memastikan seluruh dana repatriasi masuk ke dalam negeri.

"Ini kita sudah bicarakan cukup lama dengan pemilik dana. Nanti tolong minta sama Pak Lucky saja yang melakukan tracking dengan Pak Robert mengenai penempatan selama ini," jelasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tax Amnesty
  3. Pajak
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini