Bos Bappenas sayangkan RI jadi pasar ekspor listrik dari Malaysia
Merdeka.com - Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro masih menyayangkan beberapa wilayah perbatasan yang masih belum teraliri listrik, salah satunya di Kalimantan Barat. Hal tersebut membuat wilayah perbatasan itu menjadi pasar bagi negara tetangga untuk mengekspor sumber energinya.
Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki keanekaragaman energi dan mineral yang bisa melistriki wilayah perbatasan tersebut. Tidak hanya itu, besarnya potensi energi dan mineral di Tanah Air juga bisa menjadikan negara tetangga sebagai pasar ekspor energi.
"Maksud saya ini potensi yang harus digali kalau tidak kita hanya jadi market. Sekarang ini kan ada listrik yang diimpor dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sarawak, Malaysia ke Kalimantan Barat. Berarti kita saat ini market," ujar Bambang di Hotel Shang Ri La, Jakarta, Selasa (8/11).
"Potensi besar ini juga sebenarnya membuat kita juga punya posisi bukan saja sebagai buyer tapi eksportir," tambahnya.
Namun demikian, Bambang mengakui ekspor energi di kalimantan Barat tidak dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, wilayah Borneo yang memiliki potensi besar untuk dijamah dan Malaysia sebagai pasarnya. Sebab, wilayah tersebut masih membutuhkan listrik yang cukup besar.
"Masalahnya Sabah sama Sarawak potensinya (sebagai pasar) tidak terlalu besar. Yang besar itu Semenanjung Malaya di situ kita manfaatkan," tandasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya