Bos AirAsia belum tertarik buka penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati
Merdeka.com - Direktur Utama PT Air Asia Indonesia Tbk, Dendy Kurniawan mengaku masih belum ada rencana untuk membuka penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati.
Dendy mengatakan, konektivitas untuk menuju bandara yang terletak di Majalengka tersebut masih menjadi pertimbangan oleh pihaknya. Menurutnya, jarak antara Bandara Kertajati dengan kota-kota utama lainnya masih dinilai tidak efisien.
"Bukan enggak mau masuk, tadi kan penerbangan perdana di Kertajati, Kertajati sendiri sebagai bandara sih, tim kami beberapa kali sudah ke sana untuk meninjau, fasilitas sangat memadai, tapi yang paling penting kan konektivitas," ungkap dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (24/5).
"Kertajati ini kan jauh dari mana-mana, ke Bandung Tol Cisumdawu 80 Km , sementara kalau airport konek dengan kota terdekat hanya dengan tol road itu itu reability untuk on timenya juga rendah, kita enggak bisa morning flight," tambah Dendy.
Dendy mengatakan, apabila semua sudah terkoneksi dengan baik pihaknya tidak menutup kemungkinan akan membuka rute penerbangan di bandara tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah dengan adanya moda transportasi yang cepat untuk menghubungkan ke Bandara Kertajati.
"Jadi nanti kalau misal Kertajati ada kereta yang bisa menghubungkan Kertajati dengan bandung, atau mungkin jalur kereta super cepat Jakarta Bandung pasti agak ramai. Tapi sebelum ada itu agak berat lah (untuk membuka penerbangan)," imbuhnya.
Sebagai informasi, Garuda Indonesia juga masih melakukan kajian untuk membuka rute penerbangan di Bandara Kertajati. Direktur Operasi Garuda Indonesia, Triyanto mengatakan tengah mempelajari potensi penumpang yang ada di Bandara Kertajati.
"Kami lihat, bahkan bukan hanya mudik saja. Untuk komersial. Jadi kami masih pelajari," tutur dia.
Sejauh ini, kata dia, dalam kajian Garuda Indonesia potensi Bandara Kertajati paling besar masih untuk penerbangan jemaah haji dan umrah. "Kami lagi pelajari. Sementara buat haji dulu, target utamanya. Kami lagi kaji untuk potensi Kertajati untuk penerbangan umrah. Memang potensi umrah dari Jawa barat potensial juga," ujar dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin ke beberapa penerbangan yang akan terbang dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Citilink Indonesia merupakan maskapai pertama yang mendapat izin dari pemerintah.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya