BKSAP DPR Tekankan Komitmen Indonesia-Tiongkok Kembangkan Sektor Ekonomi Hijau

Kamis, 6 Oktober 2022 20:58 Reporter : Haris Kurniawan
BKSAP DPR Tekankan Komitmen Indonesia-Tiongkok Kembangkan Sektor Ekonomi Hijau Pertemuan BKSAP DPR dengan perwakilan Tiongkok. ©2022 Istimewa

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) menyelenggarakan pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketua Parlemen Negara G20 ke-8 (P20), Kamis (6/10) di Gedung DPR RI.

Agenda tersebut didahului dengan pertemuan bilateral antara parlemen negara G20 dengan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI guna mempererat hubungan antar parlemen. Pada kesempatan tersebut, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin menyambut delegasi parlemen Tiongkok dan tekankan komitmen parlemen kedua negara untuk mengembangkan sektor ekonomi hijau dalam forum KTT P20.

“Indonesia menaruh perhatian besar untuk pengembangan sektor ekonomi hijau maupun pembangunan rendah karbon. Misalnya, kita sudah mulai persiapkan infrastruktur maupun fasilitas perpajakan untuk mobil listrik. Begitu pula dengan Tiongkok yang sudah lebih dulu memicu munculnya inovasi hijau global, baik melalui industri energi terbarukan maupun kendaraan listrik. Apalagi Tiongkok telah sudah mampu mengurangi intensitas karbon yang dihasilkan hingga lebih dari 40 persen,” ungkap Puteri selaku Ketua GKSB DPR-National People’s Congress Republik Rakyat Tiongkok (NPC RRT) dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua Komite Tetap NPC RRT Zhu Chen dan delegasi P20 NPC RRT, Kamis (6/10).

Lebih lanjut, Puteri menjelaskan bahwa pencapaian Tiongkok tersebut senada dengan isu prioritas yang diusung DPR RI dalam KTT P20 tahun ini.

“Salah satu isu prioritas DPR di P20 adalah untuk mendorong tercapainya komitmen negara-negara maju untuk menyediakan pembiayaan iklim sebesar USD 100 juta per tahun. Dimana, sejak pertama disepakati pada COP 15 tahun 2009 hingga saat ini, pelaksanaannya belum pernah mencapai target. Melalui KTT P20 ini, NPC RRT dapat mendukung DPR RI untuk pastikan tercapainya komitmen parlemen G20 atas hal tersebut,” lanjut Puteri.

Sebagai informasi, DPR RI adalah tuan rumah penyelenggara KTT P20 sebagai bagian dari rangkaian agenda Presidensi Indonesia untuk G20. KTT P20 dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 6 hingga 7 Oktober 2022.

Tema yang diusung adalah “Stronger Parliament for Sustainable Recovery”. Terdapat 4 (empat) isu prioritas yang akan menjadi pokok pembahasan P20, yaitu pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi, parlemen yang efektif dan demokrasi yang kuat, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Kami mengapresiasi kehadiran delegasi NPC RRT dan Mr. Chen di KTT P20. Kehadiran ini membuktikan perhatian besar parlemen RRT atas multilateralisme untuk mencapai pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Karena jelas pemulihan global tidak bisa dicapai secara parsial oleh masing-masing negara, tapi perlu dibangun bersama-sama. Sehingga, G20 sebagai negara dengan ekonomi terbesar perlu memimpin upaya tersebut,” ujar Puteri.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, anggota GKSB DPR RI-NPC RRT yaitu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan. Delegasi RRT turut diwakili oleh Anggota National People’s Congress RRT Zhijun Zhang dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang

[hrs]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita DPR
  3. KILAS
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini