BKPM Tegaskan Tak Semua Investasi Asing Bisa Masuk

Rabu, 7 Agustus 2019 19:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
BKPM Tegaskan Tak Semua Investasi Asing Bisa Masuk gedung BKPM. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Yuliot menyatakan bahwa tidak semua investasi asing langsung dapat masuk ke Indonesia. Sebab, BKPM akan memilah investasi dan jenis usaha yang dapat dimasuki oleh investor asing, hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016.

Yuliot mengatakan dalam aturan tersebut mengatur bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan sebanyak 515 bidang usaha. Aturan ini membuat Indonesia menjadi negara yang restriktif (membatasi) terhadap investasi asing.

Sebab apabila dibandingkan negara lain jumlah tersebut sangat banyak. Di mana, Singapura hanya mengatur 4 bidang usaha, Malaysia sekitar 30 bidang usaha, Thailand 44 bidang usaha, sedangkan Vietnam tidak mengatur sama sekali.

"Jadi kalau kita lihat dari sisi restriktifnya, kita itu sangat restriktif (membatasi)," ujarnya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/8).

Yuliot mengakui adanya batasan tersebut membuat ruang gerak pelaku usaha dan investor sangat terbatas di Indonesia. Terutama ketika pelaku usaha membutuhkan permodalan yang sangat besar dan hanya investor asing yang berani mengguyur dananya.

"Contohnya tempo hari kasus Nyonya Meneer. Itu mereka sudah dapat calon investor dari luar, karena batasan ini dia tidak bisa. Investornya tidak jadi masuk. Akhirnya Nyonya Meneer itu kolaps dan jadi benar-benar tutup sama sekali," ucapnya.

Kendati demikian dia mengatakan, adanya pembatasan investasi ini justru dapat melindungi bidang usaha tertentu agar tidak dikuasai oleh asing.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J Rachbini menyatakan bahwa adanya investasi asing langsung yang diberikan kepada perusahaan decacorn dan unicorn akan berdampak pada penguatan Rupiah. Sebab, adanya aliran dana asing tersebut membuat pasokan dolar AS meningkat di Tanah Air.

Didik mengatakan, meski diuntungkan terhadap penguatan Rupiah namun ada sisi negatifnya bagi Current Acvount Defisit atau CAD Indonesia. Karena pada umumnya, investasi itu akan kembali ke negara pemodal dalam bentuk dividen sebagian dari keuntungan. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini