KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

BI ungkap Jawa Barat berpotensi jadi poros ekonomi syariah

Kamis, 14 September 2017 11:15 Reporter : Dian Rosadi
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi. ©2017 merdeka.com/dian rosadi

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi, mendorong Jawa Barat menjadi poros ekonomi syariah. Hal ini diungkapkannya saat membuka gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2017 di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Rabu (13/9) malam.

Rosmaya menilai Jawa Barat memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai poros ekonomi syariah. Mulai dari penduduknya yang jumlahnya paling besar di Indonesia hingga lembaga pendidikan Islam yang jumlahnya banyak di Jawa Barat.

"Sangat besar potensinya jika kita optimalkan Jawa Barat sebagai poros pemberdayaan ekonomi syariah. Karena Jawa Barat sangat menunjang pertumbuhan ekonomi syariah," kata Rosmaya dalam pembukaan FESyar Regional Jawa 2017.

Rosmaya menyebutkan jumlah penduduk Jawa Barat yang besar, mayoritasnya juga merupakan muslim, merupakan pangsa pasar besar ekonomi syariah. Meskipun keuangan syariah juga bisa dilakoni tak hanya untuk muslim karena penerapannya menjunjung tinggi keadilan.

Selain itu, kata Rosmaya, Jawa Barat juga merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Di mana berdasarkan data dari Kementerian Agama tahun 2016, total jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 28.961 pesantren, 32 persennya berada di Jawa Barat.

"Banyak lembaga pendidikan Islam do Jawa Barat. 9167 ponpes atau 32 persen terdapat di Jabar. Sehingga Jabar menjadi provinsi yang memiliki pesantren terbanyak," ujarnya.

Dia menuturkan hasil penelitian Bank Indonesia bersama Center for Islamic Economic Studies (CIES) terhadap 51 pesantren di Jabar yang memiliki jumlah santri di atas 500 orang menunjukkan bahwa pesantren di Jabar memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai lembaga ekonomi alternatif dalam pemberdayaan masyarakat pesantren berbasis ekonomi syariah.

Oleh karena itu, FESyar 2017 diadakan di Jawa Barat dengan tujuan mempromosikan ekonomi syariah kepada masyarakat. Agar meningkatkan pertumbuhan minat ekonomi syariah di Jawa Barat dan juga seluruh Indonesia.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana awal bagi para stakeholders ekonomi syariah untuk kemudian dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan pondok pesantren dalam mengembangkan ekonomi Syariah," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Melalui edukasi dan sosialisasi produk-produk keuangan syariah bagi masyarakat yang diadakan dalam FESyar 2017.

"Kami melakukan satu kegiatan Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa di Jawa Barat. Salah satu tujuan FESyar ini adalah bagaimana kita berusaha terus untuk memperkenalkan dan juga memberdayakan ekonomi syariah, memperkenalkan kepada masyarakat produk ekonomi syariah agar produk ekonomi syariah bisa kita dorong sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang bisa berdampingan dengan ekonomi nasional," kata Wiwiek

Kegiatan FESyar 2017 ini terdiri dari berbagai rangkaian acara yakni seminar dan workshop, antara lain: Seminar Model Pemberdayaan Pesantren, Seminar Industri Halal, Seminar Blueprint Pengembangan Ekonomi Syariah, Seminar Zakat dan Wakaf, dan Workshop Kurikulum Model Ekonomi Syariah. Serta lomba-lomba, antara lain lomba Kaligrafi, Da’i Cilik, Kesenian Daerah Bernuansa Islami, Entrepreneur Muda Syariah dan Duta Ekonomi Syariah. Rangkaian kegiatan tersebut dilengkapi dengan Pameran Ekonomi & Keuangan Syariah seperti produk UKM.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.