Lawan Tren Digital: Cerita Sin Klin Pilih Cabut dari E-Commerce demi Kualitas dan Edukasi

Demi menjaga kualitas dan menghindari maraknya barang tiruan, UMKM pembersih sepatu (Sin Klin) berani menarik seluruh produknya dari marketplace.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi- Reporter
Lawan Tren Digital: Cerita Sin Klin Pilih Cabut dari E-Commerce demi Kualitas dan Edukasi
Produk Pembersih Kulit dan Sepatu (Sin Klin), di Bazar Kementerian UMKM, Jakarta (15/10/2026).

Di tengah gempuran tren digitalisasi yang memaksa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berlomba-lomba memajang produk di marketplace, langkah berbeda dan cukup berani justru diambil oleh Sin Klin. Merek pembersih produk kulit dan perawatan sepatu binaan Kementerian UMKM ini memilih memutar arah dari arus utama.

Setelah sempat menjajal manis-pahitnya bertransaksi di platform e-commerce raksasa seperti Shopee dan Tokopedia, Sin Klin mengambil keputusan ekstrem: menarik seluruh produknya dari pasar digital tersebut. Langkah ini diambil bukan karena sepi peminat, melainkan demi melindungi kualitas produk dan reputasi merek yang telah mereka rintis selama lebih dari empat tahun.

Di balik kemasan botolnya yang praktis, cairan pembersih Sin Klin menyimpan formula khusus yang dirancang presisi untuk merawat tas, sepatu, hingga sofa tanpa merusak bahan kulit maupun warna aslinya. Namun, kepopulerannya di pasar digital sempat membawa beban tersendiri. Maraknya produk tiruan yang beredar dengan iming-iming 'sekali usap langsung bersih' berisiko merusak material barang pembeli dalam jangka panjang.

"Awalnya kita main di situ (marketplace), tapi sekarang kita tarik semua. Kita lebih condong menjaga kualitas produk aja. Karena orang beli produk kita, tiba-tiba barang yang datang bukan produk kita," ujar Imam, staf pemasar Sin Klin saat berbincang dengan merdeka.com di sela-sela pameran UMKM.

Imam menjelaskan bahwa cairan pembersih Sin Klin sengaja diformulasikan secara bertahap agar aman bagi material sensitif seperti kulit. Jika ada produk yang menjanjikan hasil serbainstan tanpa proses, bahan kulit atau kain justru berisiko cepat rapuh dan luntur.

"Kalau langsung bersih banget, orang justru harus ragu, nanti ininya jadi rapuh. Jadi kita kasih edukasi ke konsumen, lebih ke life service untuk customer," tambahnya.

Dari Etalase Digital ke Arena Pameran

Produk Pembersih Kulit dan Sepatu (Sin Klin)
Produk Pembersih Kulit dan Sepatu (Sin Klin), di Bazar Kementerian UMKM, Jakarta (15/10/2026).

Tak lagi mengejar transaksi cepat di marketplace, Sin Klin mengalihkan fokus penjualannya ke jalur yang lebih privat dan personal melalui pameran tatap muka. Kehadiran mereka di berbagai bazar instansi kementerian, sekolah, kampus, hingga rumah sakit terbukti menjadi lumbung penjualan yang sangat potensial.

Volume penjualan Sin Klin di setiap acara bervariasi tergantung pada jenis bazar dan kepadatan pengunjung. Dalam pameran harian biasa, jumlah produk yang terjual bisa berkisar di angka tiga botol atau lebih. Namun, angka ini melesat drastis saat mereka unjuk gigi di pameran berskala besar atau bazar khusus instansi.

Ketika mengikuti pameran di sektor kesehatan dan farmasi misalnya, Sin Klin sanggup melempar hingga sekitar 40 botol. Sementara itu, dalam ajang pameran akbar seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang berlangsung selama satu bulan penuh, penjualan mereka mampu menembus rata-rata lebih dari 30 botol secara stabil setiap harinya.

Mengikat Loyalitas Lewat Sambungan WhatsApp

Di luar pameran fisik, Sin Klin kini mengandalkan pemesanan daring secara langsung via aplikasi pesan WhatsApp. Sistem ini membuat jalinan komunikasi antara penjual dan pembeli terasa jauh lebih akrab dan personal. Pelanggan lama yang sudah membuktikan kualitas produknya cukup menghubungi nomor resmi untuk pemesanan ulang (repeat order) atau meminta pengiriman dengan sistem bayar di tempat (Cash on Delivery/COD).

"Biasanya orang langsung tahu produk kita. Langsung telepon atau WhatsApp, 'Mas, kirim ya'. Soalnya kan di tempat pameran atau kementerian banyak pelanggan kita," kata Imam.

Meski kini tak lagi memajang barang di etalase e-commerce, Sin Klin terbukti tetap memikat hati para pelanggan setianya. Kehadirannya secara berkala di acara-acara seperti pameran Kemenpora, Mabes TNI Cilangkap, hingga rumah sakit tetap menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.

Keberanian Sin Klin menjadi bukti nyata bahwa di era serba cepat, loyalitas pembeli tidak melulu diukur dari banyaknya jumlah bintang di platform digital. Konsistensi menjaga mutu, edukasi produk yang jujur, serta kepercayaan yang dibangun secara personal rupanya masih menjadi resep paling ampuh untuk bertahan.

Rekomendasi