Antrean BBM Mengancam Isi Dompet, 5 Cara Jaga Uang Bulanan Tak Jebol

Antrean BBM di sejumlah daerah berpotensi menambah biaya perjalanan dan mengganggu waktu kerja. Simak lima cara menjaga anggaran bulanan agar tetap aman.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Antrean BBM Mengancam Isi Dompet, 5 Cara Jaga Uang Bulanan Tak Jebol
Kondisi ini turut mendorong penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) secara global, termasuk Indonesia, secara bertahap. Tampak dalam foto, para pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan oleh Pertamina, perusahaan minyak dan gas milik negara Indonesia, di Yogyakarta, pada Sabtu 28 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah bisa berdampak pada pengeluaran masyarakat. Biaya perjalanan tambahan, ongkos transportasi alternatif, hingga waktu kerja yang terbuang berpotensi membuat anggaran bulanan membengkak.

ANTARA melaporkan pada 14 Oktober 2026, Ombudsman RI menerima 25 informasi awal mengenai gangguan layanan BBM di 11 provinsi. Gangguan tersebut mencakup kendala distribusi dan logistik hingga dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang masih perlu didalami.

Di tingkat global, Reuters pada 15 Oktober 2026 menyoroti kenaikan biaya pengiriman minyak di tengah ketegangan geopolitik. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap biaya energi dan inflasi, meski tidak otomatis membuat harga BBM di Indonesia naik.

Agar pengeluaran tetap terkendali, berikut lima cara menjaga keuangan di tengah ketidakpastian biaya transportasi.

1. Pisahkan Anggaran Transportasi

Alokasikan dana khusus untuk bensin, parkir, tol, dan transportasi umum. Misalnya, dari anggaran Rp600.000 per bulan, gunakan Rp150.000 per minggu sebagai patokan.

Dengan begitu, pengeluaran perjalanan tidak mengganggu uang makan, sewa tempat tinggal, dan tagihan wajib

2. Hitung Biaya Tambahan Perjalanan

Jangan hanya menghitung harga bensin. Perjalanan mencari SPBU alternatif atau menggunakan transportasi pengganti juga bisa menambah pengeluaran.

Jika biaya tambahan mencapai Rp20.000 per hari selama tiga hari, misalnya, ada Rp60.000 yang perlu diperhitungkan dalam anggaran.

3. Atur Rute agar Lebih Efisien

Pantau informasi ketersediaan BBM dari sumber resmi sebelum bepergian. Hindari berkeliling tanpa tujuan untuk mencari antrean yang lebih pendek.

Jika memungkinkan, gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan atau gunakan transportasi alternatif yang lebih hemat.

4. Siapkan Dana Cadangan

Sisihkan dana sesuai kemampuan untuk mengantisipasi ongkos perjalanan tambahan atau kebutuhan mendadak.

Prioritaskan kebutuhan pokok dan tagihan wajib terlebih dahulu. Tidak perlu memaksakan nominal tabungan jika kondisi keuangan sedang terbatas.

5. Evaluasi Pengeluaran Setiap Minggu

Periksa pengeluaran transportasi dan sisa uang sebelum akhir bulan. Jika biaya perjalanan meningkat, pertimbangkan mengurangi belanja impulsif atau pengeluaran lain yang tidak mendesak.

Evaluasi rutin membantu kamu menyesuaikan anggaran lebih cepat sebelum uang bulanan menipis.

Jaga Anggaran Tetap Aman

Antrean BBM tidak selalu berarti harga bahan bakar akan naik. Namun, situasi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat memiliki anggaran yang fleksibel dan tidak mudah panik akibat informasi yang belum terverifikasi.

Dengan mencatat pengeluaran, mengatur perjalanan, dan menyiapkan dana cadangan sesuai kemampuan, kebutuhan sehari-hari tetap bisa terpenuhi tanpa membuat anggaran bulanan jebol

Rekomendasi