Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) kembali memperkuat layanan kas titipan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Sinergi ini terwujud melalui perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Bank Sulut Gorontalo (BSG). Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas uang tunai bagi masyarakat di daerah kepulauan.
Penandatanganan perpanjangan perjanjian kerja sama (PKS) ini dilakukan antara Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, dengan perwakilan BSG Cabang Siau dan Melonguane. Acara penting tersebut berlangsung di Kantor BSG Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kerja sama ini telah berjalan selama delapan tahun, menunjukkan komitmen jangka panjang kedua belah pihak.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memenuhi kebutuhan uang tunai bagi masyarakat dan perbankan setempat, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas uang yang beredar serta meningkatkan efisiensi pengelolaan kas. Total dana yang disalurkan mencapai ratusan miliar rupiah untuk kedua cabang BSG.
Advertisement
Advertisement
Kepala BI Sulut Joko Supratikto secara langsung menandatangani perpanjangan PKS kas titipan bersama Kepala BSG Siau Cheryl Lilianti Humiang dan Kepala BSG Melonguane Stevi Maringka. Penandatanganan ini menegaskan kembali komitmen bersama dalam mendukung stabilitas sistem pembayaran di daerah-daerah terpencil. Lokasi penandatanganan di Kantor BSG Melonguane menjadi simbol pentingnya wilayah tersebut.
Joko Supratikto mengungkapkan bahwa PKS kas titipan di Siau dan Melonguane telah berlangsung selama delapan tahun. Durasi yang panjang ini menunjukkan keberhasilan dan relevansi program dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat. Kehadiran kas titipan di dua wilayah kepulauan ini sangat vital bagi roda perekonomian lokal.
Kerja sama ini secara khusus menyasar wilayah 3T yang seringkali menghadapi tantangan dalam akses layanan perbankan dan ketersediaan uang tunai. Dengan adanya kas titipan, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud dapat lebih mudah mengakses uang bersih dan layak edar. Ini merupakan upaya nyata dalam pemerataan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Pengelolaan kas titipan ini memiliki tiga tujuan utama yang saling berkaitan untuk mendukung perekonomian daerah. Tujuan pertama adalah memenuhi persediaan kebutuhan masyarakat dan perbankan di Siau dan Melonguane. Ketersediaan uang tunai yang memadai sangat krusial untuk transaksi sehari-hari dan aktivitas ekonomi.
Tujuan kedua dari inisiatif ini adalah menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat serta meningkatkan efisiensi pengelolaan kas. Dengan adanya kas titipan, uang lusuh atau tidak layak edar dapat ditarik dan diganti dengan uang baru. Ini memastikan masyarakat selalu mendapatkan uang dalam kondisi baik.
Dalam rangka mendukung tujuan tersebut, BI menyalurkan dana yang signifikan kepada BSG. "Menurutnya, kas titipan itu bakal disalurkan secara berkala sebanyak Rp70 miliar kepada BSG Melonguane dan Rp100 miliar kepada BSG Siau," kata Joko Supratikto. Alokasi dana ini menunjukkan skala komitmen BI dalam program ini.
Advertisement
Joko Supratikto menambahkan bahwa program ini sangat membantu. "Kami sangat terbantu dengan kas titipan ini. Uang lusuh di masyarakat bisa ditarik ditukar dengan yang bagus sebab menjelang Natal-Tahun Baru, kebutuhan uang tunai yang bersih pasti meningkat," sebutnya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penguatan kas titipan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Advertisement
Kepala BSG Siau, Cheryl Lilianti Humiang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh BI Sulut kepada BSG untuk mengelola kas titipan. "Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tentunya menjaga kepercayaan BI kepada kami," sebutnya. Komitmen ini menjadi fondasi penting keberlanjutan kerja sama.
Melalui kerja sama ini, masyarakat di wilayah 3T akan merasakan dampak positif secara langsung. Mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk menukarkan uang lusuh atau mendapatkan uang tunai. Akses yang lebih mudah terhadap layanan perbankan dasar ini akan meningkatkan inklusi keuangan di daerah terpencil.
Penguatan kas titipan ini juga berperan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar lokal. Dengan aliran uang tunai yang lancar, transaksi ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan. Ini secara tidak langsung mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Advertisement
Sumber: AntaraNews