Berkaca Pada Jerman, Industri 4.0 Tak Berpotensi Tingkatkan Pengangguran

Selasa, 11 Februari 2020 16:22 Reporter : Merdeka
Berkaca Pada Jerman, Industri 4.0 Tak Berpotensi Tingkatkan Pengangguran Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Berevolusinya sistem keuangan ke era digital, membawa cemas bagi beberapa pekerja. Banyak masyarakat menilai, digitalisasi bisa membawa dampak pengangguran, seperti jasa teller, kasir yang tidak lagi dibutuhkan.

Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira, menilai digitalisasi ekonomi justru bisa menjadi peluang munculnya pekerjaan baru.

"Misalnya pada Jerman (setelah imbas digitalisasi 4.0, negaranya) sangat yakin tidak ada pengurangan tercipta. (Kemudian) memang data menunjukkan, tingkat pengangguran di Jerman saat ini bisa dibilang sangat rendah. Jadi agak tidak nyambung, antara digitalisasi dengan ledakan pengangguran," ujar Bhima, di Jakarta, Selasa (11/2).

Berkaca pada Jerman, Bhima menilai masyarakat harus memanfaatkan peluang, saat pekerjaan-pekerjaan baru muncul. "Salah satunya, ketika ada di era industri 4.0, di semua sektor dan lini, (saat) muncul pekerjaan-pekerjaan baru, (masyarakat Jerman) langsung menangkap (peluang) itu."

1 dari 1 halaman

Pekerjaan Baru yang Muncul dan Banyak Dicari di Era Industri 4.0

yang muncul dan banyak dicari di era industri 40

Menepis keterkaitan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal dan digitalisasi ekonomi di era 4.0, Bhima mengatakan ada pekerjaan baru yang bisa menjadi potensi, untuk masyarakat tekuni, diantaranya pekerjaan di bidang Information technology (IT).

"Mulai dari Data Analyst, cybersecurity, artificial intelligence, itu yang kita butuhkan di Indonesia, dan (saat ini), jumlah pekerjanya masih terbatas," ungkap Bhima.

Kemudian, Bhima mengatakan, seiring perkembangan industri 4.0, keahlian di bidang arsitek juga banyak dibutuhkan. "Bagaimana arsitektur mengubah pabrik menjadi industri 4,0, ini yang juga masih sangat kurang di Indonesia."

"Jadi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bisa melakukan rancangan industri untuk era 4.0, mereka yang bekerja di infrastruktur, ini akan permintaannya akan semakin meningkat," tandas Bhima.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

[bim]

Baca juga:
Kemenperin Gandeng Singapura Latih Tenaga Kerja RI Hadapi Industri 4.0
Menperin: Singapura Mitra Penting Indonesia Sambut Industri 4.0
Indonesia dan Singapura Sepakati Kerjasama Penghindaran Pajak Berganda
Anies Ingatkan Revolusi Industri 4.0 Berpotensi Timbulkan Masalah Baru
Menperin: Industri 4.0 Dorong Ekonomi Indonesia Lebih Kuat di 2030
Percaya Diri dan Komunikasi Efektif Kunci Jadi Pengusaha Sukses di Era Industri 4.0

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini