Bankir Indonesia harus bisa jadi dirut atau komisaris bank nasional

Kamis, 21 Mei 2015 11:02 Reporter : Novita Intan Sari
Bankir Indonesia harus bisa jadi dirut atau komisaris bank nasional Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia yakin bankir-bankir tanah air mampu bersaing dengan bankir negara lain ketika kebijakan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sektor keuangan diberlakukan pada 2020.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengingatkan, bankir asing menjadi tantangan bagi pelaku perbankan dalam negeri. Jika pimpinan perbankan dalam negeri didominasi bankir asing, itu indikator kemunduran.

"Perbankan ada 118 bank, banyak yang menjadi bank besar menengah. Kalau melihat Ikatan Bankir Indonesia tidak bisa direktur utama dan komisaris di bank-bank Indonesia sungguh ini kemunduran," ujarnya saat acara 'Kongres/Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Bankir Indonesia (IBI) di Jakarta, Kamis (21/5).

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menuturkan, bankir Indonesia bisa bersaing jika mampu belajar dengan cepat dalam melakukan perubahan untuk mengembangkan bisnis perbankan. Dia mengingatkan, setidaknya bankir Indonesia bisa duduk di kursi petinggi perbankan nasional. Bukan diserahkan ke bankir asing.

"Supaya bankir Indonesia dapat bersaing dengan bankir asing saat pasar bebas, menuju integrasi perbankan ASEAN. Ya paling tidak Direktur Utama dan Komisaris Utama adalah bankir IBI," jelas dia.

Diperlukan strategi yang matang untuk bersaing dengan bankir asing. Mantan menteri keuangan era SBY ini memberi apresiasi terhadap IBI sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi bankir.

"Untuk memajukan sektor yang dijalankan asosiasi sudah baik sekali. Ada buku-buku diterbitkan, standar dijalankan, bisa menggelar kongres. Itu sangat membanggakan proses ke depan dapat dijalankan," ungkapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini