Bahan Baku Tengah Murah, ESDM Niat Turunkan Harga Elpiji Subsidi

Senin, 15 Juli 2019 19:13 Reporter : Merdeka
Bahan Baku Tengah Murah, ESDM Niat Turunkan Harga Elpiji Subsidi Menteri Jonan Soal Harga Elpiji. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serapan subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) mengalami penurunan sampai Oktober 2019. Hal ini karena harga bahan baku elpiji, berdasarkan patokan CP Aramco, juga mengalami penurunan.‎

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyatakan penurunan serapan subsidi LPG ini sudah didiskusikan dalam Rapat Terbatas (Ratas). Pemerintah pun masih menimbang penyesuaian harga jual LPG bersubsidi mengikuti kondisi harga patokan tersebut.

"Tadi diskusi di ratas, confuse mau sesuaikan apa tidak, turun separuh harganya," jelasnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/7).

Pihaknya mencatat penggunaan subsidi LPG sepanjang 2019 mengalami penurunan. Di mana, Januari 2019 sampai Mei 2019, rata-rata penggunaan subsidi sekitar Rp4 triliun per bulan. Pada periode Juni sampai Juli 2019 turun menjadi Rp3 triliun per bulan.

"Januari sampai Mei Rp19,2 triliun. Juni Juli angkanya Rp6 triliun lebih," kata Menteri Jonan.

Menteri Jonan melanjutkan, untuk subsidi LPG dari Agustus sampai September 2019, diperkirakan akan mengalami penurunan kembali. Hal ini disebabkan penurunan harga bahan baku LPG ‎yaitu propane dan butane dari USD 500 menjadi USD 360 per ton.

"Forecast Agustus sampai September, tercatat di bawah Rp3 triliun per bulan, atau Rp2,75 triliun per bulan (subsidi elpiji). Karena LPG Aramco pada Juli harga propane di buthane USD 360 saja. Ini turun banyak kalau tahun lalu USD 500 CP Aramco rata-rata," paparnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini