Bagasi Pesawat Berbayar Surutkan Kinerja Industri Pariwisata

Sabtu, 9 Februari 2019 16:00 Reporter : Kamilah
Bagasi Pesawat Berbayar Surutkan Kinerja Industri Pariwisata Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro bahas bagasi pesawat berbayar. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Keputusan maskapai penerbangan menerapkan bagasi pesawat berbayar memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata. Hal ini akibat menurunnya wisatawan lokal maupun asing.

Peneliti Institute for Development Economy dan Finance (INDEF), Bhima Yudhistira,
mengatakan industri pariwisata sejak lama menjadi salah satu tumpuan untuk ekonomi masyarakat.

"Dampak yang diberikan dari bagasi berbayar ini cukup signifikan pada industri pariwisata," ujarnya, di Jakarta, Sabtu (9/2).

Bhima juga mengatakan apalagi saat ini pemerintah sedang gencar mempromosikan 10 Bali baru. Dia pun menduga, bagasi berbayar ini akan memberikan dampak yang sangat tinggi untuk wilayah Bali dan destinasi pariwisata yang lain.

"Bali itu jumlah wisatawan terutama dari Jepang sudah mulai turun. Bukan hanya wisatawan lokal tapi asing akan sensitif juga terutama dari daerah yang sekitar Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura," kata Bhima.

Bhima menambahkan bahwa jika target pariwisata tidak tercapai akan berdampak juga pada devisa. Di mana, tidak bisa membantu mendorong stabilitas nilai tukar Rupiah.

"Stabilitas nilai tukar Rupiah kita nanti itu penguatannya dalam jangka waktu yang temporer bukan berdasarkan sektor riil. Harusnya kan devisa itu kuat karena ekspor dan pariwisata pariwisata tidak bisa support, ekspor tidak bisa diamankan," cetus Bhima.

Sebelumnya, Bhima mengatakan bahwa pengenaan bagasi pesawat berbayar bakal menghantam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, pengenaan bagasi berbayar bisa saja menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di kisaran 5 persen. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini