Awal 2018, Mandiri Utama Finance operasikan unit usaha syariah

Senin, 27 November 2017 13:51 Reporter : Syakur Usman
Presiden Direktur MUF Stanley Atmadja. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk, Mandiri Utama Finance (MUF), akan ekspansi ke pembiayaan syariah dengan mengoperasikan unit usaha syariah (UUS) MUF pada Januari 2018.

Presiden Direktur-Chief Executive Officer MUF Stanley Atmadja mengatakan segala persyaratan untuk pembentukan UUS di MUF sudah dipenuhi. Seperti penyetoran modal kerja minimal Rp 25 miliar sesuai dengan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penunjukan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Perlu diketahui, MUF adalah anak usaha Bank Mandiri di sektor multifinance/pembiayaan dengan kepemilikan saham 51 persen. Pemegang saham lainnya adalah ASCO Automotive dan PT Tunas Ridean Tbk.

"Unit usaha syariah MUF akan dirilis pada Januari 2018, sehingga kami menjadi anak usaha BUMN pertama yang memiliki multifinance syariah. MUF menjadi pelopor di multifinance syariah," ujar Stanley.

Dia menambahkan, unit usaha syariah ini merupakan hasil kerja sama dengan anak usaha lain Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri (BSM). Mengingat, funding syariah sangat besar dengan cost of fund sangat kompetitif.

Kedua, produk-produk yang ditawarkan sangat variasi. Untuk operasional sementara, pembiayaan syariahnya akan disinergikan dengan produk MUF reguler. Ini untuk mempercepat pertumbuhan daripada langsung investasi karena bisa memberatkan.

Berdasarkan kinerja kuartal III tahun ini, MUF telah menyalurkan pembiayaan Rp 5,2 triliun. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 1,6 triliun. Kenaikan ini didorong semakin luasnya jangkauan layanan perusahaan yang baru berusia dua tahun sejak beroperasi 22 Januari 2015.

Pada Juli lalu, perseroan mengoperasikan 87 jaringan usaha. Event pameran otomotif seperti GIIAS yang dilaksanakan pada Agustus lalu juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan itu. Selama GIIAS 2017, MUF memperoleh 1.567 surat pemesanan kendaraan (SPK).

Rinciannya, 1.411 SPK untuk kendaraan roda empat, sedangkan sisanya untuk kendaraan roda dua. Untuk segmen kendaraan roda empat, sekitar 80 persen datang dari mobil penumpang dan sisanya kendaraan niaga. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini