Astra Infra ngotot ingin jadi bagian konsorsium operator Pelabuhan Patimban

Selasa, 12 Desember 2017 19:22 Reporter : Syakur Usman
Astra Infra ngotot ingin jadi bagian konsorsium operator Pelabuhan Patimban Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Anak usaha PT Astra International Tbk di bisnis infrastruktur, PT Astra Nusantara (Astra Infra), tertarik bergabung dalam konsorsium operator proyekPelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional berdasarkan Keputusan Presiden No 47 Tahun 2016.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Astra Infra, Rahmat Samulo menilai,proyek infrastruktur ini sangat strategis. Apalagi Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) juga telah berkomitmen menjadi salah satu pendana proyek pelabuhan ini, sehngga proyek ini memiliki investor asing dan domestik.

Maka itu, pihaknya sedang berdiskusi dengan para pihak domestik di proyek ini, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), pihak swasta, hingga pemerintah.

Berdasarkan penelusuran Merdeka.com, Toyota Motor Corporation asal Jepang dan Mitsubishi Motors Corp sudah menyatakan ketertarikannya kepada pemerintah Indonesia sebagai investor di proyek Patimban.

"Saat ini kami masih berkomunikasi dengan banyak pihak untuk menjadi anggota konsorsium operator pelabuhan Patimban," kata Rahmat, di sela workshop media Astra International di Semarang, pekan lalu.

Astra Infra tampak 'ngotot' ingin masuk di proyek pelabuhan Patimban, demi mendukung bisnis anak-anak usaha lain Astra Grup, terutama di sektor manufaktur. Seperti diketahui. Astra Grup banyak memiliki pabrik komponen dan perakitan mobil untuk merek Toyota dan Daihatsu yang berada di kawasan Cikarang-Cikampek-Karawang. Apalagi di Patimban bakal dibangun terminal kendaraan dan kontainer di tahap pertamanya.

Selain itu, proyek ini juga berdekatan dengan jalan tol yang juga dimiliki perseroan, yakn jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116 kilometer.

"Dengan menjadi anggota konsorsium operator pelabuhan Patimban, pihaknya bisa membantu tingkat efisiensi logistik dan waktu pengiriman bagi kelompok usaha Astra di bisnis manufaktur," ucapnya.

Pelabuhan Patimban rencananya memiliki terminal kendaraan dengan dermaga sepanjang 300 meter, serta terminal peti kemas 420 x 35 meter. Terdiri dari tiga tahap, total panjang dermaga mencapai 4.320 meter. Lapangan peti kemasnya memiliki luas 35 hektare dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total kapasitas tahap I sebesar 3,75 TEUs.

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dimulai awal 2018. Pembangunannya terdiri dari tiga tahap, khusus untuk tahap pertama terbagi lagi ke dalam dua fase yang itargetkan selesai pada 2019.

Jika berhasil masuk ke Pelabuhan Patimban, ini akan menjadi pelabuhan kedua, setelah mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (Astra Infra Port Eastkal) yang terletak di kawasan industri Buluminun, Penajam, Kalimantan Timur. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini