Asset Sumatera Selatan jadi penyumbang terbesar produksi Pertamina EP

Jumat, 10 Agustus 2018 16:47 Reporter : Merdeka
Gas Pertamina EP. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina EP, salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero), membukukan laba bersih sebesar USD 361 juta pada Semester I 2018. Pendapatan itu salah satunya ditopang oleh jumlah produksi migas Asset 2 di wilayah Sumatera Selatan yang menjadi sumber penghasilan terbesar perseroan.

Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, menjelaskan produksi minyak terbesar perseroan dihasilkan dari Asset 5. Sementara untuk gas didapat dari Asset 2.

"Dari lima aset dan kemitraan, kontributor terbesar produksi minyak adalah Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.530 BOPD (barrel oil per day), atau sekitar 24 persen dari total produksi minyak Pertamina EP," sebut dia di Jakarta, Jumat (10/8).

"Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2, yaitu di Sumatera Selatan sebesar 437,4 mmscfd (million standard cubic feet per day) atau 43 persen dari total produksi gas kami," sambungnya.

Jika dihitung, dia pun menyebutkan, total produksi migas terbesar berada di Asset 2, yakni sebesar 92.424 barrels of oil equivalent per day (BOEPD) atau sekitar 37 persen.

"Kalau secara finansial, Asset 2 yang paling bagus. Karena minyaknya juga hanya selisih dikit dengan Asset 5. Sekitar 16.934 sampai 17.000," paparnya.

"Jadi memang yang dilihat dari segi finansial, kalau kita punya minyak dan gas, itu lebih bagus," tambah Nanang.

Asset 5 sebagai kontributor produksi minyak salah satunya didapatkan dari hasil pengeboran di Struktur Sembakung, Field Tarakan, serta di Struktur Bunyu, Field Bunyu.

Sementara, Asset 2 sebagai kontributor produksi gas terbesar didukung oleh perbaikan kinerja kompresor di Field Prabumulih dan penambahan empat unit kompresor di Field Pendopo.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini