Aplikasi ojek online Anterin terapkan tarif mekanisme lelang
Merdeka.com - Dunia ojek online kedatangan pemain baru, yaitu Anterin. aplikasi transportasi online ini menyediakan alternatif lain bagi masyarakat, baik itu yang hendak mendaftar sebagai driver maupun untuk masyarakat yang hendak menggunakan jasa transportasi.
Chief Executive Officer Anterin, Imron Hamzah mengatakan, Anterin hadir dengan sebuah konsep baru sebagai marketplace tanpa mencampuri urusan tarif.
Imron menjelaskan, di dalam aplikasi yang telah beroperasi sejak tahun lalu ini menerapkan sistem 'lelang' dan tentunya transparan.
"Ini merupakan konsep baru yang membutuhkan learning prove buat warga (pengemudi) dan pengguna yang saat ini terbiasa nunggu order. Nah ini model baru," kata Imron lewat keterangannya, Jumat (17/8/).
Imron menambahkan, soal sistem lelang yang diterapkan, Anterin menjadi satu-satunya aplikasi yang menjaga transparansi harga antara pengemudi dan pengguna dengan harapan tidak ada yang dirugikan dari hal itu karena tarif ditentukan berdasarkan mekanisme pasar.
"Driver bebas menentukan harga per kilometer, sementara pengguna bebas memilih driver berdasarkan harga yang dimasukkan si driver, jenis kelamin, maupun armada yang digunakan," tutur Imron.
Tahun ini, Anterin bekerja sama dengan TVS Motor untuk menyediakan armada bagi anggota (driver) mereka yang bergabung. Pengemudi akan mendapatkan subsidi DP motor TVS dengan syarat yang sama dengan pengajuan kredit motor namun dengan cicilan yang rendah.
"Ini kita sewakan kepada mereka selama tiga tahun kalau selesai nanti motornya bisa buat mereka, perjanjiannya nanti sewa-beli mereka menyewa bayar Rp 20.000 per hari setelah tiga tahun itu punya dia jadi kalau kita bandingkan dengan komisi dia nanti, lebih worth it. Kalau sekarang pendapatan Rp 200.000 bisa bayar komisi 20 persen Rp 40.000 kan? Sekarang kami bebaskan dia mendapatkan langganan dan kami tidak threat sebagai transaksi fiktif. Jadi enggak ada alasan driver itu enggak dapat langganan," beber dia.
Anterin saat ini memiliki lebih dari 200.000 pengemudi yang tumbuh secara organik, khususnya yang berbasis di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.
Untuk memperbaiki fitur peta wilayah, Anterin menggandeng teknologi HERE. Teknologi itu juga untuk memudahkan warga yang ingin menggunakan aplikasi Anterin.
Reporter: Harun Syah
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya