Apa Itu Industri 4.0, Palapa Ring, B20 yang Kerap Disebutkan di Debat Kedua Capres?

Selasa, 19 Februari 2019 18:28 Reporter : Merdeka
Apa Itu Industri 4.0, Palapa Ring, B20 yang Kerap Disebutkan di Debat Kedua Capres? Debat kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Debat kedua capres (calon presiden) 2019 menyisakan beberapa hal yang jadi sorotan masyarakat. Seperti munculnya istilah Unicorn yang sempat menjadi trending di media sosial dan membuat kata Unicorn menjadi kata paling dicari di mesin pencarian. Selain itu, ada pula istilah industri 4.0.

Ramainya kata Unicorn dari debat capres lalu, bahkan, terdengar hingga media Australia, ABC.net.au. Media Australia itu menjadikan Unicorn sebagai headline mereka yang ditulis, "Unicorns become an unexpected symbol of Indonesia's second presidential debate."

Namun tak hanya Unicorn, beberapa istilah 'asing' juga muncul sepanjang debat calon presiden itu. Dari istilah-istilah yang dilontarkan dalam debat, kedua capres membuat masyarakat penasaran dan mencari istilah yang memang jarang diketahui oleh orang awam.

Sama seperti istilah Unicorn untuk tingkatan perusahaan startup, ternyata juga muncul istilah Industri 4.0, Palapa Ring dan B20 yang kerap diperbincangkan saat debat kedua capres. Apa artinya itu semua?

Reporter: Loudia Mahartika

Sumber: Liputan6

1 dari 3 halaman

Industri 4.0

Jokowi luncurkan Roadmap Revolusi Industri 4.0. ©Liputan6.com/angga yuniar

Industri 4.0 adalah istilah untuk menyebutkan Revolusi industri ke-4. Revolusi industri ke-1 terjadi pada abad ke-18 dengan ditemukannya mesin uap untuk upaya peningkatan produktivitas yang bernilai tinggi yang terjadi di Inggris.

Revolusi industri ke-2 terjadi pada era 1900-an. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan tenaga listrik. Penemuan ini menjadi pendobrak industri yang signifikan seperti pada sektor agro dan pertambangan.

"Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi," ucap Menteri Airlangga Hartarto.

Di era revolusi industri ke-3 dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an hingga saat ini karena sebagian masih berjalan.

"Jadi pada saat memasuki revolusi industri ketiga, memang penyerapan tenaga kerja masing-masing di industri sudah berbeda. Sehingga, ini kita bedakan ada yang kelompok industri labour intensive," ungkap Menteri Airlangga.

Seperti yang disebutkan dalam debat kedua capres tentang industri 4.0, Menperin menyampaikan efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. Di industri 4.0, antara manufaktur, produsen dan konsumen akan saling berkaitan karena adanya co-creation.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, terdapat lima sektor industri yang akan menjadi pendorong dan percontohan dalam penerapan industri 4.0 yaitu industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik dan otomotif.

Debat kedua capres lalu, Jokowi mengatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 teknologi memang berkembang pesat dan ia meyakini persiapan pembangunan SDM bisa dipersiapkan untuk menuju revolusi industri 4.0.

Jadi, industri 4.0 secara garis besar adalah integrasi antara dunia online dengan dunia usaha, industri dan manufaktur.

2 dari 3 halaman

Palapa Ring

Palapa ring. ©2015 kominfo.kepriprov.go.id

Palapa Ring adalah proyek pembangunan serat optik nasional, yang akan menjangkau 34 provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring bahkan telah dijadwalkan akan rampung pada tahun ini. Saat ini baru Palapa Ring barat dan tengah yang telah beroperasi.

Dilansir Liputan6.com dari laman Kominfo, Selasa (19/2), Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia yang total panjangnya mencapai 36.000 kilometer. Tujuannya adalah mengintegrasikan seluruh jaringan telekomunikasi di Indonesia mulai dari radio, telepon hingga internet.

Palapa Ring dibagian timur masih dalam pembangunan 88,14 persen. Proyek ini diharapkan akan memungkinkan meningkatnya akses internet 4G sampai dengan 30 Mbps.

3 dari 3 halaman

B20

Peluncuran perluasan penggunaan Biodiesel. ©2018 Merdeka.com

Dalam debat capres lalu, istilah B20 dan B100 juga sempat dilontarkan. Istilah B20 memang jarang banyak diketahui oleh masyarakat awam. Dengan tema energi dan pangan, B20 yang disebut dalam debat lalu berkaitan dengan tata kelola sawit.

B dalam istilah B20 dan B100 adalah biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang berasal dari bahan-bahan organik. Seperti minyak nabati atau lemak hewani. Pemerintah kini tengah mengurangi konsumsi bahan bakar yang bersumber dari bahan baku fosil, seperti yang disinggung Jokowi dalam debat kedua capres lalu.

"Ke depan kami akan terus meningkatkan terus menjadi B100," jelas Jokowi saat debat capres hari Minggu lalu.

Program B20 adalah program bahan bakar yang dibuat dengan mencampur solar dengan biodiesel dari produk pertanian yakni kelapa sawit. B20 perpaduan 20 persen biodiesel dan 80 persen solar minyak bumi.

  [bim]

Baca juga:
KPU: Batasan Menyerang Personal di UU Pemilu Terkait SARA dan Ujaran Kebencian
Walhi Sebut Lahan Prabowo di Aceh Terlantar, Banyak Ditemukan Kasus Illegal Logging
Wapres JK Bantah Prabowo: Unicorn Justru Datangkan Modal Asing
Wapres JK Akui Ada Perjanjian Beri Lahan untuk eks Kombatan GAM
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, JK Tak Akan Ikut Campur
PKS Minta Jokowi Buka Juga Penguasa Lahan di Lingkaran Istana
Bawaslu Sebut Kubu Prabowo Laporkan Jokowi dengan Pasal Penghinaan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini