Antre BBG Bisa 4 Jam, Pendapatan Sopir Bajaj Turun Signifikan

Sabtu, 28 September 2019 14:30 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Antre BBG Bisa 4 Jam, Pendapatan Sopir Bajaj Turun Signifikan Bajaj BBG antre bahan bakar. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Berkurangnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di DKI Jakarta membuat penghasilan para supir bajaj ikut menurun. Sebab, waktu mereka banyak terbuang untuk mencari dan antre saat mengisi Bahan Bakar Gas (BBG).

Salah satu supir bajaj, Ade, mengungkapkan kondisi ini telah menggerus pendapatannya hingga 60 persen. "Bisa sampai 60 persen (pendapatan berkurang) karena waktu habis buat cari BBG," kata Ade saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (28/9).

Tidak hanya sulit mencari SPBG, Ade mengungkapkan antrean pun kadang tidak manusiawi. Bisa menghabiskan waktu berjam-jam. "Ngantrenya saja 3 sampai 4 jam," keluhnya.

Selain Ade, ada 12.000 bajaj lainnya di Ibu Kota yang bernasib serupa. Mereka kesulitan mendapat pasokan BBG di Jakarta karena SPBG yang bangkrut atau hanya mau melayani industri.

Dari total 45 SPBG yang berdiri pada 2016, kini tersisa 23 unit SPBG yang beroperasi meski pada awal 2019 tercatat masih ada 32 unit yang beroperasi.

Dari 23 SPBG yang masih beroperasi, yang bisa melayani bajaj cuma 15 SPBG. Bahkan di Jakarta Utara saja tidak ada SPBG sehingga pasokannya sangat terbatas.

Dia berharap pemerintah provinsi (Pemprov) DKI dapat segera menambah jumlah SPBG agar mereka tidak kesulitan mencari tempat mengisi bahan bakar. "Ditambah SPBG nya biar supir bajaj itu gak susah ngisi BBG," harapnya.

Sekretaris Koperasi Bajaj Jaya Mandiri, Roby Parulian menyebutkan lamanya antrean mengisi BBG selain merugikan dari sisi waktu, juga sangat berdampak terhadap pemasukan pengemudi.

"Kalau antre begitu, rugi per jam bisa mencapai Rp25 ribu - Rp30 ribu. Kalau di jam sibuk tentu lebih besar lagi," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan, pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum merespon terkait kondisi langkanya SPBG yang mengakibatkan masalah BBG untuk para sopir bajaj tersebut. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. BBG
  2. SPBG
  3. Bajaj
  4. Ekonomi Indonesia
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini