Anindya Bakrie: Saya lebih pilih Erick Thohir untuk beli VIVA
Merdeka.com - Pasar tampaknya harus menunggu lebih lama terkait dengan kepastian status kepemilikan saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Pasalnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan VIVA yang digelar hari ini sama sekali tidak dibahas penjualan 49 persen saham VIVA kepada MNC Group senilai Rp 17 triliun.
Menurut Presiden Komisaris, Komisaris VIVA, Anindya Bakrie sama sekali enggan berkomentar terkait dengan akuisisi dua media tersebut. Bahkan, dia sempat membicarakan nama baru selain dengan Chairul Tandjung (CT) dan Hary Tanoesudibjo (HT).
"Ini masih spekulasi saya, no comment lah. Saya sebenarnya milihnya sih ke ET (Erick Tohir) karena dia CEO nya," ujarnya dalam canda usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) VIVA di di Studio ANTV, Komplek Rasuna Epicentrum, Jakarta, Rabu (5/6).
Menurutnya, saat ini media televisi yang terdapat di grup VIVA mengalami pertumbuhan yang sangat besar, sehingga permasalahan akuisisi oleh MNC Grup masih sekedar rumor pasar.
"Fokus ke arah fundamental perusahaan terus memajukan ANTV. Mengenai kedua grup itu (MNC Grup dan Trans Corp) saya tidak komentar, keduanya kan perusahaan publik," jelas dia.
Di sisi lain, jelang pemilu 2014 mendatang perseroan akan terus menggenjot kinerja dengan mengandalkan asset Viva untuk meraup keuntungan. "Ini andalan semua dan bisa disampaikan antv dan tvone selalu membuat record dalam pendapatan karena program keduanya bagus yang satu entertaiment dan berita," ungkapnya.
Sebelumnya, keluarga Bakrie sebagai pemilik VIVA berencana melepas sebagian besar sahamnya kepada MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo yang dikemas dengan opsi buy back agar di kemudian hari Bakrie bisa membeli kembali saham ANTV.
Adapun besarnya saham yang ditransaksikan adalah sebesar 49 persen dari total saham yang dimiliki perseroan dengan nilai transaksi Rp 17 triliun. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya