Anggota DPR Tanyakan Anggaran Anjing Pelacak Rp3,6 T, ini Jawaban Bos Bea Cukai

Selasa, 18 Juni 2019 14:53 Reporter : Dwi Aditya Putra
Anggota DPR Tanyakan Anggaran Anjing Pelacak Rp3,6 T, ini Jawaban Bos Bea Cukai Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu indikatif anggaran tahun 2020 sebesar Rp44,39 triliun. Dalam usulan ini, Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) mendapat jatah anggaran mencapai Rp3,638 triliun untuk proyek nasional dan juga unggulan.

Namun, salah satu Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Achmad Hatari menyoal salah satu proyek strategis yang dicanangkan oleh DJBC. Di mana, fungsi kegunaan anggaran tersebut akan dipakai untuk pengembangan dan penguatan unit anjing pelacak DJBC.

Achmad menilai proyek Anjing yang mencapai Rp3,6 triliun tersebut sangat tidak sesuai dan terlalu banyak. "Dari anggaran Rp3,6 triliun itu masa semuanya untuk beli anjing?," kata Achmad di Ruang Rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Selasa (18/7).

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi kemudian menjelaskan anggaran sebesar Rp3,6 triliun tersebut tidak semuanya untuk membeli anjing. Akan tetapi anggaran itu sudah merupakan keseluruhan dari proyek nasional dan unggulan.

"Tentunya Rp3,6 triliun bukan untuk anjing semua. Itu untuk satu direktorat jenderal bea cukai untuk belanja barang dan pegawai," katanya.

Dia pun menambahkan penguatan unit anjing pelacak DJBC ini dikarenakan untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan DJBC. Sebab, beberapa kali produk penggelapan seperti penjualan narkotika selalu terjadi setiap tahunnya.

"Gambarannya kenapa jadi proyek unggulan pengawalan narkotika karena kota nangkap 4,1 ton itu naik lipat-lipat dari tahun ke tahun maknanya kita sudah jadi target market mafia. Nah tools efektifnya anjing sehingga kita tingkatkan efektivitas sarana dan prasarana termasuk anjingnya sendiri," pungkasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini