Ancaman Resesi Ekonomi Ganggu Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah

Kamis, 6 Oktober 2022 19:09 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ancaman Resesi Ekonomi Ganggu Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah Ilustrasi belanja. ©PxHere

Merdeka.com - Perekonomian dunia di tahun 2023 banyak diramalkan suram dan gelap akibat resesi global. Banyak negara diperkirakan akan terseret resesi ekonomi karena tingkat inflasi yang tinggi direspon dengan kenaikan suku bunga acuan di banyak negara.

Menanggapi itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai kondisi global yang demikian bisa memengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah bawah. Apalagi sekarang kondisi ekonomi mereka masih belum pulih sepenuhnya akibat dampak pandemi Covid-19.

"Dampak global (bisa) mempengaruhi daya beli kelas menengah bawah," kata Alphon saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Kamis (6/10).

Maka dari itu, Alphon meminta sektor perdagangan dalam negeri harus didorong ketika menghadapi kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. Agar, sektor ini masih bisa bertahan atau mengurangi dampak global. Sebab perdagangan menjadi mesin pertumbuhan yang mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Perdagangan dalam negeri Indonesia harus terus didorong guna menghindari atau paling tidak mengurangi dampak global terhadap pemulihan perekonomian nasional," kata dia.

2 dari 2 halaman

Peringatan dari Presiden Jokowi soal Resesi

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan kondisi ekonomi dunia makin tidak pasti. Bahkan tahun 2023 Jokowi mewanti-wanti kondisi dunia dalam 'awan gelap' dan badai besar segera datang.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Presiden (Wapres), Maruf Amin. Dia mengingatkan pemerintah khususnya negara berkembang untuk bersiap menghadapi resesi global.

Dia menilai, peluang terjadinya resesi global kian besar setelah sejumlah bank sentral ramai-ramai menaikkan suku bunga acuan dalam menghadapi lonjakan inflasi.

"Ancaman resesi dan sinyal kelesuan ekonomi global semakin menguat, bahkan banyak Bank Sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi," katanya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2022 di JCC Senayan, Kamis (6/10).

Wapres Maruf mencontohkan, peluang besar terjadinya resesi global tercermin dari persoalan yang sama dialami banyak negara. Yakni, mulai dari krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan yang menyelimuti semua negara.

"Pemulihan yang tengah kita perjuangkan saat ini masih berhadapan dengan realita (ekonomi) global yang murung. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan menjadi awan gelap yang menyelimuti semua negara," tekannya. [idr]

Baca juga:
Puan Soal Resesi 2023: Tak Ada Negara yang Mampu Hadapi Sendirian
Wapres Maruf: Ancaman Resesi Global dan Kelesuan Ekonomi Kian Nyata
Tak Hanya Resesi, Dunia Dihadapkan dengan Ancaman Perang Nuklir
Negara Berkembang Harus Waspada Tren Aliran Modal Keluar, Apa Dampaknya?
Sesuai Perkiraan Jokowi, Uni Eropa Mulai Rasakan Gejala Resesi Ekonomi
Cara Menghadapi Resesi 2023, Berikut Tips Mengelola Keuangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini