Ancaman Minyak Bumi Habis 10 Tahun Lagi, Begini Fakta Sebenarnya
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif memperkirakan cadangan minyak di Tanah Air akan habis dalam 10 tahun lagi. Ini terjadi karena faktor konsumsi saat ini.
Menyikapi hal tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bakal gencar melakukan eksplorasi cadangan baru dan melakukan revitalisasi cadangan minyak eksisting.
Namun, Sekretaris SKK Migas Sinta Damayanti mengatakan, hasil dari penggalian temuan baru tersebut belum akan terasa dampaknya dalam waktu dekat.
"Eksplorasi tidak akan instan, langsung terasa produksinya di tahun tersebut. Baru terasa 5 tahun kemudian. Karena itu kami harus melakukan eksplorasi sejak sekarang," tuturnya di Kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (14/2).
"Time lag itu yang membuat kita sangat penting untuk harus melakukan eksplorasi sekarang," tegasnya.
Sinta menceritakan, omongan soal cadangan minyak yang hanya tinggal tersisa beberapa tahun itu kerap dia dengar sejak dulu. Namun asumsi itu patah lantaran pemerintah terus berupaya mengeksplorasi temuan cadangan baru, untuk menjaga rasio cadangan terhadap produksi (RPR).
"Saya dengar cadangan tinggal 10 tahun lagi sejak SMA, tapi kok enggak habis-habis, karena kita keep exploration, sehingga rasio RRR di atas 100 persen," terang Sinta.
Sinta menceritakan, pada 2022, pengeboran sumur tercatat sebanyak 30 sumur, naik 7 persen dibandingkan 2021. Tahun ini, SKK Migas menargetkan pengeboran sebanyak 57 sumur atau naik 90 persen.
Adapun dengan target pengeboran sumur tersebut, SKK Migas menargetkan investasi senilai USD 1,7 miliar dollar atau naik 112 persen dari tahun lalu.
"Di tahun ini, investasi SKK Migas ditargetkan mencapai USD 1,7 miliar dollar atau meningkat 112 persen, dibanding tahun 2022 sebesar 80 juta dollar AS," pungkasnya
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya