Ahok dan Bos Pertamina Temui Jokowi, Bahas Defisit Neraca Perdagangan

Senin, 9 Desember 2019 19:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ahok dan Bos Pertamina Temui Jokowi, Bahas Defisit Neraca Perdagangan Ahok hadiri Pertamina Energy Forum. ©2019 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta. Salah satu yang dibahas adalah perbaikan defisit neraca perdagangan RI.

"Pesannya (Presiden) jelas. Tadi dijelaskan ibu (Nicke), Presiden ingin memperbaiki defisit neraca perdagangan kita. Kunci paling besar sektor petrokimia dan migas. Ibu sampaikan cukup baik," kata Ahok di Istana, Senin (9/11).

Ahok menjelaskan, dirinya siap melakukan pengawasan dan pembenahan tata kelola manajemen Pertamina untuk membantu mengatasi defisit neraca perdagangan. "Beliau akan monitor siapa yang sebetulnya dapat subsidi karena selama ini kan habis-habis. Tugas saya bukan campuri bisnis pertamina, tapi manajemen. Saya komut," ucapnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu pun bercerita duduk di depan presiden dan wapres Ma'ruf saat rapat terbatas. Dia tampak senang kembali beraktivitas di kegiatan pemerintahan.

"Ya senyum-senyum saja. Saya duduknya persis di depan pak wapres sama pak presiden," kata Ahok.

1 dari 1 halaman

Pembangunan Kilang

Sementara itu, Nicke menjelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan ke Jokowi dalam pertemuan tersebut. Salah satunya kesiapan Pertamina untuk mengimplementasikan B30 di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Progress kilang kami juga laporkan ke pak presiden. Jadi progress kilang dan juga pembangunan petrokimia, pabrik-pabriknya di beberapa lokasi itu juga sudah menjadi program dari Pertamina dan juga pemerintah," jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga akan menerapkan digitalisasi SPBU untuk memonitor bagaimana penyaluran dari BBM subsidi. "Untuk itu kami akan mendorong penggunaan cashless payment untuk seluruh masyarakat yang menggunakan program BBM subsidi, baik LPG maupun soal subsidi kita akan dorong gunakan cashless payment," tandas Nicke. [azz]

Baca juga:
Strategi Kemendag Agar Perdagangan Indonesia Tetap Meroket
Pemerintah Andalkan Sektor Makanan dan Minuman Tekan Defisit Neraca Perdagangan
Airlangga Sebut Surplus Neraca Perdagangan Oktober 2019 Melebihi Ekspektasi
Impor Turun, Neraca Perdagangan Oktober 2019 Tercatat Surplus
BPS Catat Impor Oktober 2019 Naik 3,57 Persen
Oktober 2019, Kinerja Ekspor Naik Menjadi USD 14,93 Miliar

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini