Agung Podomoro luncurkan program tukar sampah plastik dengan saldo GO-PAY

Senin, 23 April 2018 18:41 Reporter : Idris Rusadi Putra
Agung Podomoro luncurkan program tukar sampah plastik dengan saldo GO-PAY Sampah . ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Persoalan pengelolaan sampah merupakan masalah serius yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia saat ini. Hasil riset Greeneration Foundation, lembaga swadaya masyarakat yang mengikuti isu sampah selama 10 tahun terakhir menyatakan, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 sampah plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tidak terurai akan menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem.

Merespon hal tersebut, Agung Podomoro menginisiasi environmental awareness program bernama #TrashForCash. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Agung Podomoro terhadap program pemerintah 'Indonesia Bebas Sampah 2020', sekaligus menjadi program inovasi pertama di Indonesia yang memberikan opsi penukaran insentif bank sampah dengan saldo GO-PAY.

Dalam program ini, PT Agung Podomoro Land Tbk menggandeng Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management (PBI-ICM), PT Ari Karya Utama serta GO-PAY dengan meluncurkan environmental awareness program bertema #TrashForCash. Ini merupakan program bank sampah inovatif di mana sampah botol plastik dapat ditukar dengan saldo GO-PAY. Program #TrashForCash sekaligus memperingati Hari Bumi Internasional yang jatuh pada 22 April 2018.

Pemimpin Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL), Indra Widjaja Antono mengatakan, program #TrashForCash mampu meningkatkan kepedulian lingkungan, sekaligus langkah edukasi di masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah yang tengah gencar menyelesaikan permasalahan sampah di Tanah Air di mana pemerintah Indonesia memiliki target Indonesia Bebas Sampah 2020.

Jika program #TrashForCash yang dilaksanakan di Kawasan Podomoro City, Jakarta Barat ini direspons baik oleh masyarakat, maka tidak tertutup kemungkinan program tersebut akan direplikasi di kawasan-kawasan lain yang dikelola oleh APL, terutama kawasan dengan tingkat hunian yang tinggi.

"Kami berharap gerakan ini nantinya mampu menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat yang lebih luas. Melalui kolaborasi kreatif dengan GO-PAY, PBI-ICM dan PT Ari Karya Utama kami ingin memberikan edukasi dan insentif yang menarik, kreatif, mudah, dan cepat bagi masyarakat untuk memulai peduli dan memilah sampahnya dengan benar," kata Indra di Jakarta, Senin (23/4).

Sebagai gambaran, di kawasan Podomoro City, Jakarta Barat, total unit sekitar 9.900 unit atau sekitar 19.800 penghuni dewasa dari 16 tower apartemen yang sudah aktif dan dengan tingkat okupansi lebih dari 80 persen. Jumlah tersebut belum termasuk karyawan kantor APL Tower, karyawan pengelola, dan pengunjung Mall Central Park. Per Desember 2017, pengunjung Mall Central Park dan Soho dapat mencapai 300.000 orang/bulan. Selain itu, Podomoro City terletak di dekat kawasan pemukiman Tanjung Duren yang dikelilingi sejumlah sekolah dan universitas.

Chief Corporate Affairs GO-JEK Indonesia, Nila Marita mengtakan bahwa GO-JEK sangat antusias mendukung program CSR kreatif #TrashForCash melalui GO-PAY. Selain mengedukasi masyarakat perihal pengelolaan sampah, menurut Nila, program ini penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Alasan tersebut mendorong GO-JEK melalui GO-PAY untuk menjalin kolaborasi dengan APL, YAPL, PBI-Inner City dan PT Ari Karya Utama.

"Kami antusias menjadi bagian dari motor perubahan budaya peduli sampah di Indonesia. GO-JEK dan GO-PAY senang dapat turut berkontribusi dalam misi kepedulian sosial dan lingkungan hidup," tuturnya.

Pada tahap awal program, #TrashForCash fokus pada sampah botol plastik bekas minuman yang merupakan salah satu sampah terbesar di perkotaan. Seluruh masyarakat diajak untuk menjadi peserta #TrashForCash. Mulai dari penghuni apartemen-apartemen yang ada di kawasan Podomoro City, karyawan, tenant, pegawai kantor, sampai anak-anak sekolah di sekitar kawasan.

Untuk berpartisipasi dalam program ini, masyarakat dapat membawa sampah botol plastik bekas minuman ke booth bank sampah #TrashForCash terdekat untuk perhitungan jumlah dan nilai rupiah dari sampah tersebut. Adapun harga untuk botol kecil sampai dengan 330 ml akan dihargai Rp 30 per botol, lalu botol ukuran sedang berukuran sampai dengan 600 ml bernilai Rp 50 per botol, dan botol ukuran besar sampai dengan 1.200 ml bernilai Rp 70 per botol.

Biasanya sampah tersebut ditukarkan dengan insentif berupa uang tunai dari bank sampah. Melalui kerjasama #TrashForCash ini, si pembawa botol bisa menukarkan dengan saldo dari akun Gopay.

Setiap botol yang disetorkan akan dicatat di kartu peserta. Kartu ini wajib dibawa setiap peserta melakukan penyetoran sampah botol plastik di booth #TrashForCash. Pada tanggal 25 sampai dengan 30 tiap bulan, peserta bisa menukarkan sampah plastik yang telah mereka setorkan dengan insentif bank sampah berupa saldo GO-PAY (minimum tukar sebesar 5.000 rupiah). Jika tidak ditukarkan, saldo pada kartu peserta dapat diakumulasikan terus selama periode program ini, yakni 6 bulan.

"Dengan inovasi kemudahan penukaran insentif melalui saldo GO-PAY, kami berharap program #TrashForCash ini akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat terutama penghuni, warga sekitar kawasan kompleks hunian APL, serta mahasiswa Podomoro University. Kami berharap inovasi program CSR kreatif ini dapat turut membangun budaya sadar bersih lingkungan bagi masyarakat luas," katanya.

Kolaborasi ini juga melibatkan PBI-ICM dan PT Ari Karya dalam pengelolaan sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. PBI-ICM sebagai pihak yang mengelola sampah di lokasi kegiatan dan PT Ari Karya sebagai pengumpul dan pengangkut sampah yang telah dikumpulkan dari peserta Program #TrashForCash. PBI-ICM dan PT Ari Karya akan memastikan sampah anorganik berupa botol plastik bekas minuman ini dikelola dan didaur ulang dengan baik dan sehingga mampu mengurangi beban sampah yang diangkut ke Tempat Penampungan Akhir.

#TrashForCash merupakan salah satu program dari Flagship Social Campaign APL bertajuk #UntrashingNow. Kampanye sosial ini mencermati masalah sampah dan bertujuan untuk mendorong perubahan budaya masyarakat terhadap sampah. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini