Agar Tiket Pesawat Murah, INACA Minta Pemerintah Jaga Harga Avtur Rendah
Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA), Ari Askhara, meminta kepada regulator dan operator untuk menurunkan harga bahan bakar avtur hingga 10 persen. Sebab, avtur merupakan penyumbang pembentukan harga tiket pesawat paling besar yakni mencapai 45 persen.
"Komponen paling besar adalah fuel, menyumbang 40 sampai 45 persen dari cost maskapai penerbangan. Kita juga sudah dapat support dari Kementerian BUMN, Perhubungan dan ESDM, untuk menurunkan harga avtur," jelasnya di Jakarta, Minggu (13/1).
Secara komposisi, dia menyebutkan, komponen lain yang juga memakan banyak ongkos yakni pembiayaan barang modal atau leasing. Itu lantaran proses pembayaran menggunakan Dolar Amerika Serikat (USD) yang secara nilai tukar masih di atas Rp 14.000.
"Impact-nya adalah komposisi paling besar fuel 40 persen, lalu 20 persen adalah leasing pesawat. Dalam hal ini menggunakan USD, kurs juga yang menyebabkan. Dan untuk fasilitas terminal atau airport sekitar 2-10 persen," urainya.
Ari pun berharap, penurunan harga tiket pesawat bisa diiringi dengan adanya pengurangan ongkos bahan bakar pesawat dari PT Pertamina (Persero) demi memudahkan pihak maskapai penyedia jasa penerbangan. "Dari INACA kami berharap, bisa menurunkan cost atau tarif atau harga variabel cukup signifikan. Kami berharap Pertamina bisa menurunkan 10 persen," ujar dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya