Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Adhi Persada Properti mulai pembangunan apartemen Rp 3,2 miliar per unit di Senayan

Adhi Persada Properti mulai pembangunan apartemen Rp 3,2 miliar per unit di Senayan Ilustrasi Apartemen. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertumbuhan properti di kawasan Permata Hijau-Simprug, Jakarta Selatan kian menggeliat. Pesatnya pertumbuhan fasilitas umum dan infrastruktur, memengaruhi bisnis properti kawasan elit ini.

Melihat fakta tersebut, PT Adhi Persada Properti (APP) secara resmi memulai pekerjaan konstruksi atau groundbreaking pembangunan proyek The Padmayana hari ini, Sabtu (7/4). The Padmayana, merupakan apartemen kelas premium yang berlokasi di kawasan Senayan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Project Director The Padmayana, Cipto Wardoyo, mengatakan Padmayana akan menjadi sebuah hunian iconic di area Jakarta Selatan. Dengan privasi tingkat tinggi serta kenyamanan bak tinggal di sebuah resort, The Padmayana juga menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang mendambakan hunian mewah.

PT Adhi Persada Properti dalam mengembangkan proyek ini menggandeng konsultan arsitek kelas dunia yaitu AECOM, dan konsultan interior Genius Loci sebagai konsultan ke-2 terbaik di Asia.

Padmayana dibangun dengan limited Edition, di mana hanya ada 145 unit dalam 18 lantai, yang tardiri dari 1BR, 2BR, 3BR dan Penthouse. The Padmayana dikembangkan di lahan seluas 4.440 m2. Apartemen ini dikembangkan dengan konsep Heritage Resort.

Padmayana dijual dengan harga mulai Rp 3,2 miliar, dan saat ini The Padmayana telah terjual sebanyak 26 unit, atau setara dengan 38 persen. "Kami menargetkan akan sold out pada akhir tahun 2018 ini," ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/4).

Pembangunan The Padmayana, diperkirakan akan memakan waktu enam bulan, dan sesuai dengan target yang ada, The Padmayana akan melakukan Topping Off pada Oktober 2018, dan akan serah terima pada Oktober 2019.

"Dengan nilai investasi sebesar Rp 600 miliar, The Padmayana menjadi proyek Apartemen Premium pertama yang dikembangkan oleh APP. Ke depan, kita akan terus memberikan solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian."

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, menilai koridor arteri Pondok Indah-Simprug sangat potensial. Selain menjadi primadona kalangan ekspatriat, koridor ini juga memiliki fasilitas kelas atas baik dari sisi infrastruktur maupun fasilitas lainnya seperti pusat perbelanjaan dan pusat gaya hidup.

"Jadi potensi apartemen di kawasan ini untuk investasi masih menguntungkan. Apalagi untuk ditinggali, karena sangat prestisius," katanya.

Direktur Pemasaran APP, Wahyuni Sutantri, mengatakan pembangunan Padmayana dilakukan untuk menjawab kebutuhan kalangan masyarakat kelas atas terhadap hunian yang memiliki nilai prestige, serta kebutuhan akan gaya hidup.

"Kawasan Arteri Pondok Indah, Permata Hijau dan Simprug juga dianggap sebagai kawasan sunrise area dengan kategori modern dan baru diperbarui," katanya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP