Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

700.000 buruh konstruksi Indonesia 'diekspor' ke berbagai negara

700.000 buruh konstruksi Indonesia 'diekspor' ke berbagai negara Jalan layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) mengklaim telah mengirimkan 700.000 buruh sektor konstruksi ke berbagai negara. Salah satunya Malaysia.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menuturkan, secara keseluruhan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor konstruksi mencapai 6,9 juta jiwa.

"Jadi melalui Tim Pembina Jasa Konstruksi Nasional (TPJKN), sebanyak 700.000 tenaga konstruksi mengisi di luar negeri, paling banyak di Malaysia, mereka (pembina konstruksi) cukup baik karena bersertifikat," ujarnya di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (17/9).

Berdasarkan data TPJKN, tenaga ahli bersertifikat di sektor konstruksi sebanyak 48.761 atau 7,17 persen dari total tenaga ahli, sementara tenaga terampil bersertifikat sebanyak 109.723 atau 5,38 persen dari total tenaga terampil.

"Kondisi ini tentunya perlu menjadi perhatian, mengingat dalam MEA 2015 akan terjadi mobilisasi terbuka tenaga kerja profesional lintas negara dalam kawasan ASEAN sebagai tindak lanjut dari kesepakatan pengakuan tenaga profesional di bidang jasa," jelas dia.

Disinggung soal daya saing, berdasarkan data Human Development Index (HDI) tahun lalu, tenaga kerja ahli Indonesia masih berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina.

"Kondisi ini tentunya akan berdampak pada rendahnya daya saing tenaga kerja konstruksi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP