Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Kiat Bisnis UMKM di Tengah Pandemi Ala Sandiaga Uno

3 Kiat Bisnis UMKM di Tengah Pandemi Ala Sandiaga Uno Sandiaga Uno. ©2020 Merdeka.com/Instagram @sandiuno

Merdeka.com - Pengusaha kondang sekaligus Founder OK OCE, Sandiaga Uno membagikan tiga tips bagi pelaku UMKM untuk menyelamatkan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19. Mengingat dampak pandemi ini dinilai begitu terstruktur, sistematis, dan masif dalam memukul bisnis UMKM.

Pertama, adalah mengimplementasikan protokol bisnis dan keuangan. Di antaranya dengan mengatur prioritas belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan serta memperbaiki arus kas.

"Oke kita sekarang membiasakan diri dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, yaitu pakai masker, jaga jarak dan juga rajin cuci tangan. Tapi ada juga protokol keuangan dan protokol bisnis yang ketat dan disiplin saat krisis, ialah atur prioritas belanja juga kita amankan arus kas," kata dia dalam Festival UMKM oleh Kumparan, Rabu (28/10).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan, di tengah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi ini penting bagi pebisnis untuk segera melakukan penyesuaian belanja sesuai prioritas. Hal ini dalam rangka efisiensi anggaran dan menyeimbangkan keuangan bisnis.

"Jadi kita perlu kencangkan ikat pinggang, kita turunkan pengeluaran dan kita jadwalkan ulang biaya kita. Itu yang utama termasuk amankan kas," tambahnya.

Tips Lainnya

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kedua, manfaatkan ekosistem terdekat. Di antaranya melalui Whatsapp grup pertemanan atau alumni sekolah untuk sarana memasarkan produk.

"Menurut saya survive itu ekosistem. Sekarang kaum milenial ada konsep Whatsapp grup seperti alumni SMA, alumni SD, bisa berjualan disitu dulu di ekosistem kita dan temen-temen kita. Sekarang temen SMA kita ada yang nawarin buah-bahan saya harus beli ini saling membantu dan peduli," terangnya.

Terakhir, adaptasi bisnis. Menyusul pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan pada pola perilaku konsumen yang berbeda jauh dengan tatanan sebelumnya.

"Mau ga mau kita harus adaptasi dengan keadaan sekarang. Kayak untuk pelaku pariwisata bisa dengan cara open PO, gimana caranya trip ke Bali bisa bayar di muka dulu terus nyaman di kantong. Saya yakin itu akan membantu ekonomi untuk terdekat dan survive dulu," tutupnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP