Wajib Tahu, Alasan Bayi di Bawah 6 Bulan Dilarang Konsumsi Makanan selain ASI
Merdeka.com - Pastinya peringatan anjuran untuk tidak memberi makanan pada bayi di bawah usia 6 bulan sudah banyak disampaikan. Namun, nyatanya masih banyak dijumpai di sekitar kita orangtua yang memberikan makanan selain ASI di usia sekitar 4 bulan.
Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orangtua sebaiknya memberikan nutrisi sesuai dengan usia anak. Pada bayi berusia 0-6 bulan nutrisi pilihan yang paling baik diberikan hanyalah ASI saja.
Baru-baru ini terjadi sebuah kasus dimana seorang bayi berusia 40 hari di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia lantaran tersedak pisang. Berdasarkan hasil pemeriksaan sang ibu diduga memberikan pisang pada bayi berusia 40 hari tersebut yang menyebabkan potongan buah pisang tersebut menyangkut di pernapasan korban.
Untuk itu perlu diketahui bagi siapa saja beberapa masalah serius yang bisa ditimbulkan jika memberikan makanan kepada bayi di bawah usia 6 bulan.
Pencernaan Bayi Belum Siap
Dilansir dari theasianparent, bayi berusia di bawah 6 bulan belum bisa diberikan makanan padat dikarenakan usus bayi di bawah 6 bulan belum siap untuk menerima makanan berat lain selain ASI.
Usus merupakan organ yang berfungsi untuk menyeleksi makanan mana yang sekiranya membahayakan untuk tubuh. Untuk mencegah bahan-bahan yang berbahaya usus nantinya akan mengeluarkan IgA, merupakan protein immunoglobulin yang berfungsi sebagai lapisan pelindung dinding usus. Bayi di bawah usia 6 bulan belum memiliki IgA yang cukup.
Mekanisme Menelan Bayi Belum Sempurna
Bayi di bawah usia 6 bulan secara ilmiah lidahnya akan otomatis disesuaikan untuk menghisap susu bukan untuk menelan makanan. Sehingga bayi memiliki kemungkinan untuk tersedak
Kelebihan Berat Badan
Makanan padat biasanya cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih besar ketimbang ASI. Asupan kalori yang berlebih pada bayi akan menyebabkan masalah pada kesehatan bayi
Menyebabkan Bayi Sulit Tidur
Pemberian makanan pada bayi di bawah usia 6 bulan bisa menyebabkan ususnya terluka sehingga mengganggu pola tidur bayi karena merasa kesakitan. Beberapa kondisi tersebut cenderung membuat bayi tidak nyaman.
Menyebabkan Demam
Sari makanan yang tidak dicerna dengan sempurna di dalam usus akan mempengaruhi kesehatan dinding usus. Dinding usus yang luka akan menyebabkan rasa nyeri dan mual dan membuat bayi demam.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya