Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ukraina Justru Ngamuk Dibantu Israel, Ternyata Minta Senjata Malah Dikasih Helm

Ukraina Justru Ngamuk Dibantu Israel, Ternyata Minta Senjata Malah Dikasih Helm Duta Besar Ukraina Yevgen Korniychuk. Foto: antaranews ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk, secara blak-blakan mengungkapkan kekesalannya atas penolakan Israel untuk memberikan 'bantuan defensif' kepada negaranya yang sedang berkonflik dengan Rusia.

Terlebih lagi, Israel disebut hanya memberikan bantuan berupa helm untuk pasukannya. Dengan menggunakan helm tersebut, Korniychuk pun secara retorik mempertanyakan bagaimana bisa helm itu dianggap sebagai peralatan yang mematikan. Simak ulasannya:

Ungkapan Kesal Duta Besar Ukraina buat Israel

Kekecewaan Duta Besar Ukraina Yevgen Korniychuk disampaikan secara langsung dalam konferensi pers yang digelar Senin, (7/3/2022) lalu.

Sambil menggunakan helm, Korniychuk pun mempertanyakan bagaimana cara helm tersebut bisa melawan Rusia.

Aksinya itu juga merupakan salah satu bentuk kekecewaan Korniychuk lantaran Israel menolak memberikan 'bantuan defensif' kepada Ukraina.

duta besar ukraina yevgen korniychuk

Foto: antaranews ©2022 Merdeka.com

"Tolong katakan pada saya, bagaimana Anda bisa membunuh dengan (helm) ini? Tidak mungkin. Jadi saya tidak tahu apa yang ditakutkan orang-orang ini. Memberi (alat) keselamatan personal bagi penduduk Ukraina… itulah hal yang paling sederhana yang bisa mereka lakukan," kata Korniychuk dikutip dari antaranews, Jumat (11/3).

Israel Membatasi Diri

Walaupun ikut mengutuk perbuatan Rusia terhadap Ukraina, Israel telah membatasi diri dengan hanya memberikan bantuan kemanusiaan. Mereka juga memilih untuk mempertahankan komunikasi dengan otoritas Rusia. 

Meski begitu, Korniychuk juga turut serta menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya Israel dalam melakukan mediasi untuk Rusia dan Ukraina.

Diketahui jika Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, sebelumnya telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow membahas terkait konflik dengan Ukraina pada Sabtu, (5/3).

Sebut Upaya Mediasi Lebih Penting dari Bantuan Militer

Pada kesempatan tersebut, Yevgen Korniychuk bahkan mengatakan bahwa upaya mediasi yang dilakukan Bennett lebih 'penting' daripada persenjataan yang tidak diberikan Israel ke Ukraina.

"Perdana menteri mengatakan kemarin (bahwa) meskipun keberhasilan (mediasi) hanya satu persen, dia akan berusaha melakukannya… apa pun menjadi mungkin dalam rangka mencapai perdamaian," kata Koriychuk.

"Ini jauh lebih penting ketimbang, misalnya, penjualan senjata atau amunisi, dan sebagainya, bahwa kami masih berjuang bersama Israel adalah isu sampingan, tapi karena keterbatasan (Israel) kami memakluminya," tambahnya.

Namun demikian, Korniychuk tetap mengulangi permohonan kepada Pemerintah Israel untuk memberikan bantuan berupa helm dan jaket antipeluru.

 

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP