Barang mewah kini tidak hanya dipandang sebagai simbol gaya hidup, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai aset finansial yang bernilai.
Menyikapi tren ini, ALLU, brand global asal Jepang dikelola oleh Mastro Luxe Group, menghadirkan sebuah terobosan baru di Jakarta melalui kolaborasinya dengan platform gadai digital, deGadai.
Program yang diberi nama "Sell Later" ini hadir sebagai solusi finansial yang memberi keleluasaan bagi para pemilik barang mewah untuk mendapatkan dana instan, tanpa harus langsung menjual barang kesayangan mereka.
Konsep ini memungkinkan pemilik tas branded, jam tangan mewah, perhiasan, hingga koleksi eksklusif lainnya untuk mengakses nilai tunai dari barang yang mereka miliki, dengan opsi untuk menjual atau mengambilnya kembali di akhir periode.
"Program ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen ALLU dalam menghadirkan layanan yang bernilai dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, kami memberikan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga menjaga nilai dan privasi dari barang-barang mewah yang dimiliki pelanggan," jelas Dian Stefani, Direktur PT Mastro Luxe Indonesia, dalam keterangannya, Kamis (28/8).
Sementara itu, Sugih Yusuf (Alung), Founder & CEO deGadai, ini menjadi alternatif cerdas bagi mereka yang membutuhkan dana tambahan—baik untuk modal usaha, kebutuhan pribadi, maupun perencanaan keuangan jangka pendek—tanpa kehilangan kontrol atas aset bernilai tinggi yang dimiliki.
Dengan standar penilaian internasional, layanan ini mengutamakan transparansi dan akurasi dalam menentukan nilai aset. Semua proses juga dijalankan secara profesional dan menghormati privasi pengguna, menciptakan rasa aman dalam setiap transaksi.
Dalam mengembangkan ekosistem barang mewah ALLU mencatat pencapaian global dengan memenangkan lelang tas Hermès Birkin pertama milik Jane Birkin di Sotheby’s Paris dengan nilai fantastis mencapai Rp163 miliar.
Dengan pendekatan yang modern, fleksibel, dan terpercaya, ini cara baru dalam mengelola barang mewah, bukan hanya sebagai koleksi, tetapi juga sebagai aset finansial yang berdaya guna.