Terungkap Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Pesawat, Salah Satunya Dekat Lokasi Favorit Penumpang

Menurut seorang mantan pramugari, area yang paling kotor di pesawat adalah jendela dan toilet.

Maheza Nurmiagita
Oleh Maheza Nurmiagita - Reporter
Terungkap Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Pesawat, Salah Satunya Dekat Lokasi Favorit Penumpang
Ilustrasi pesawat terbang. (Pixabay/qimono) (© 2025 Liputan6.com)

Seorang pramugari baru-baru ini membagikan informasi mengenai area paling kotor di pesawat. Menurutnya, lokasi-lokasi ini dapat mengganggu kenyamanan penumpang dan sebaiknya dihindari oleh para pelancong.

Dengan pengetahuan ini, diharapkan pelancong dapat memilih tempat duduk mereka dengan lebih cermat. Dikutip dari NY Post pada Selasa, 29 Oktober 2024, Cher, seorang pramugari, menyatakan bahwa hampir semua bagian pesawat mengandung kuman, termasuk area yang paling kotor. Ia berbagi informasi ini kepada lebih dari 751.000 pengikutnya di TikTok.

"Bagian paling kotor dari sebuah pesawat, menurut saya, setelah menjadi pramugari selama lima tahun," ungkap Cher.

Ia menambahkan bahwa beberapa area mungkin sudah terbayangkan, sementara yang lainnya bisa mengejutkan. Cher memperingatkan para penumpang yang sering berpergian tentang kebersihan karpet, lemari pakaian, dan tali pengikat atau sabuk pengaman yang sering kali terlihat kotor.

Tidak mengherankan jika banyak bagian pesawat yang memang benar-benar kotor. Menurut Cher, toilet umum dan berbagai perlengkapannya menduduki peringkat teratas dalam daftar area pesawat yang paling menjijikkan.

Ia juga menyebutkan tirai jendela sebagai salah satu tempat yang jarang dibersihkan. Padahal posisi duduk di dekat jendela menjadi favorit kebanyakan penumpang.

"Saya belum pernah melihat tirai jendela dilap sepanjang karier saya," kata pramugari berpengalaman itu dalam unggahannya yang viral.

"Anda berpikir tentang berapa banyak orang yang menyentuh benda-benda itu dan benda-benda itu tidak pernah dibersihkan. Benda-benda itu kotor," tuturnya menambahkan.

Dengan demikian, informasi dari Cher ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pelancong tentang kebersihan di dalam pesawat.

Kondisi Toilet, Lantai, dan Sabuk Pengaman Perlu Diperhatikan

5 Tips untuk Mengatasi Kecemasan Saat Terbang dengan Pesawat
Ilustrasi naik pesawat. (Foto: pexels.com) © 2025 Liputan6.com

"Saya sering menyaksikan orang muntah di wastafel kamar mandi," ungkap Cher, sambil memberikan saran agar barang-barang yang jatuh ke sana sebaiknya langsung dibuang.

"Saya tidak pernah melihat wastafel itu dibersihkan sama sekali," tambahnya.

Namun, air yang merembes dari keran dapat menimbulkan ketakutan bagi siapa pun yang melihatnya. Cher menjelaskan bahwa air tersebut mungkin mengandung bakteri.

"Air wastafel yang Anda gunakan untuk mencuci tangan juga tidak bersih," nasihat Cher dengan nada yang mengejutkan.

Anda sebaiknya tidak meminum air itu karena mengandung terlalu banyak bakteri, bahkan mencuci tangan dengan air tersebut pun tidak disarankan. Cher juga mengakui bahwa air yang tidak higienis seringkali merusak kondisi kukunya, membuatnya menjadi sangat rapuh.

"Sepanjang karier saya, saya hanya pernah melihat dudukan toilet dibersihkan satu kali," kata Cher.

Dia juga menambahkan bahwa lantai sering kali terkena muntahan penumpang pesawat.

"Kita semua mungkin pernah melihat video tentang muntahan yang mengotori karpet," jelas Cher.

Tidak hanya di lantai, Cher juga pernah melihat seseorang muntah di tali pengaman. Menurutnya, tali pengaman juga merupakan bagian yang kotor.

"Bukan hanya bagian gespernya, sabuk pengamannya sendiri juga kotor," ungkap Cher.

Petugas Kebersihan Blak-blakan

Mantan Pramugari Bocorkan Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Pesawat
Ilustrasi pesawat terbang. (Pixabay/qimono) © 2025 Liputan6.com

Sejalan dengan peringatan dari rekan-rekan pramugarinya, Cher juga mengungkapkan bahwa rak penyimpanan di atas kepala pesawat dalam keadaan kotor. Ia menekankan betapa pentingnya menjaga kebersihan area tersebut.

"Pikirkan tentang orang-orang yang menyeret tas mereka melalui toilet bandara, lalu menaruhnya di sana," ungkap Cher.

Selain Cher, banyak pihak lain yang turut bersuara, mengingat tindakan pencegahan sanitasi semakin berkurang sejak pandemi COVID-19. Para pekerja yang bergantung pada penerbangan mulai lebih vokal mengenai isu kebersihan pesawat.

Belum lama ini, sekelompok petugas pertandingan menyampaikan keluhan kepada Travel + Leisure, dengan menyebutkan bahwa kotak penyimpanan atas, pamflet petunjuk keselamatan, meja baki, penutup jok, dan pintu kamar mandi merupakan beberapa permukaan paling kotor saat berada di ketinggian 30.000 kaki.

Rosa Sanchez, seorang petugas kebersihan kabin di Swissport, sebelumnya mengaitkan kondisi buruk di ketinggian tersebut dengan kurangnya perbekalan.

"Terkadang kami tidak punya cukup perlengkapan untuk membersihkan, jadi kami hanya menggunakan apa yang kami punya atau hanya menggunakan air," kata Sanchez kepada Guardian.

"Terkadang di kamar mandi akan ada darah di lantai, toilet, dinding, dan ada kotoran dan urin di atas toilet," tambahnya.

Pascapandemi Ketidaknyamanan Dalam Penerbangan Semakin Meningkat

Mantan Pramugari Bocorkan Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Pesawat
Ilustrasi pesawat terbang. (Pixabay/qimono) © 2025 Liputan6.com

Pihak Administrasi Keamanan Transportasi menyatakan bahwa jumlah penumpang udara diprediksi akan melebihi angka sebelum terjadinya pandemi. Hal ini menyebabkan kenyamanan penerbangan semakin berkurang bagi para pelancong.

"Industri mengalami perubahan dan tidak seperti dulu lagi. Para eksekutif maskapai penerbangan, mereka melihat angka-angka untuk mencari cara mendapatkan lebih banyak kursi, mengurangi jarak antar kursi. Semua hal ini berkontribusi pada mengapa ada masalah dengan penumpang di udara," ungkap Gary Peterson dari Transport Workers Union kepada Guardian.

Ketidaknyamanan dalam penerbangan ini memunculkan berbagai kisah buruk belakangan ini, termasuk penumpang yang mengalami mual dan harus muntah setiap 20 menit, serta kantong muntah yang pecah selama penerbangan panjang. Selain itu, insiden penumpang yang berperilaku tidak tertib juga semakin meningkat.

"Tidak ada lagi kenyamanan dalam terbang kecuali Anda duduk di kursi kelas utama atau kelas bisnis," lanjut Peterson.

"Jika Anda duduk di kursi kelas ekonomi, itu sangat menyiksa," tambahnya.

Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan berkurangnya ruang di dalam pesawat, pengalaman terbang menjadi semakin menantang. Para pelancong harus bersiap menghadapi situasi yang tidak nyaman selama perjalanan mereka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun industri penerbangan berusaha untuk pulih, kenyamanan penumpang tetap menjadi perhatian yang perlu diatasi.

Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Rekomendasi