Tata Cara Salat Gerhana Bulan, Lengkap Disertai Niat dan Bacaan Doanya

Jumat, 19 November 2021 07:18 Reporter : Mutia Anggraini
Tata Cara Salat Gerhana Bulan, Lengkap Disertai Niat dan Bacaan Doanya Gerhana Bulan. ©2018 REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang melibatkan rotasi bumi dan bulan terhadap matahari. Dalam ilmu sains, gerhana bulan dapat terjadi saat bulan tertutup penuh atau sebagian oleh bayangan bumi.

Fenomena ini dapat terjadi hanya saat posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Sementara itu, jenis serta durasi gerhana bulan dapat berbeda-beda antara satu waktu dengan lainnya.

Dalam agama Islam, fenomena alam ini merupakan salah satu bukti nyata akan kebesaran Allah SWT, Sang Penguasa seluruh alam semesta. Melalui kehendak-Nya, gerhana bulan dapat terjadi dan dapat dipelajari secara ilmiah.

Maka dari itu, Rasulullah SAW pun menganjurkan setiap muslim agar menunaikan salat gerhana bulan saat menemui fenomena unik tersebut. Ada banyak keutamaan yang dapat diperoleh seorang muslim jika sanggup menunaikan salat gerhana bulan.

Tata cara salat gerhana bulan pun tak jauh berbeda dengan gerakan salat pada umumnya. Namun, terdapat sejumlah perbedaan mendasar dari tata cara salat gerhana bulan dengan yang lainnya. Melansir dari NU Online, berikut ulasan selengkapnya mengenai tata cara salat gerhana bulan beserta bacaan doanya.

2 dari 6 halaman

Salat Sunnah yang Dianjurkan

Saat ini, zaman telah berkembang selaras dengan meningkatnya berbagai penemuan teknologi. Akibatnya, berbagai fenomena seperti gerhana bulan kini dapat dengan mudah diprediksi.

Pada masa lampau, hal ini tidak terjadi. Akibatnya, gerhana bulan seolah-olah terjadi secara tiba-tiba dan dianggap sebagai pertanda adanya berbagai hal buruk pada manusia.

ilustrasi salat
©Shutterstock

Kemudian agama Islam muncul dan mengikis anggapan tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan, gerhana bulan bukan lah sesuatu yang berhubungan dengan mitos melainkan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Maka dari itu, dianjurkan untuk memahami tata cara salat gerhana bulan dan mengerjakannya. Berikut bunyi dari sabda Rasulullah SAW,

"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan salatlah kalian." (HR Bukhari-Muslim).

3 dari 6 halaman

Keutamaan Salat Gerhana Bulan

Menunaikan salat gerhana bulan dapat bernilai sejuta manfaat bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.

ilustrasi gerhana bulan penumbra
©2020 universetoday.com

Adapun keutamaan dari salat gerhana bulan tersebut antara lain sebagai berikut,

1. Tanda Beriman Kepada Allah SWT

Mengerjakan salat gerhana bulan sama artinya dengan beriman kepada Allah SWT. Fenomena alam yang menjadi misteri semata-mata hanya dapat terjadi jika Allah berkuasa.

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah." (HR. Bukhari)

2. Meyakini Peristiwa Alam

Gerhana bulan bukan lah suatu fenomena yang tidak dapat dijelaskan menggunakan logika dan ilmu pasti. Maka dari itu, mengerjakan salat gerhana bulan sama saja dengan meyakini bahwa adanya gerhana bukanlah tanda-tanda fenomena ghaib atau malapetaka bagi manusia.

"Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut." (HR. Muslim)

4 dari 6 halaman

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Berikut tata cara salat gerhana bulan sesuai yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Melansir dari laman NU, salat gerhana bulan akan lebih baik dikerjakan secara berjamaah.

ilustrasi salat di rumah
©2020 Merdeka.com/umroh.com

Namun, jika keadaan tidak memungkinkan, salat gerhana bulan juga dapat dilakukan secara munfarid. Adapun tata cara salat gerhana bulan yakni sebagai berikut,

  1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
  3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah.
  4. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan lantang.
  5. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
  6. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah.
  7. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
  8. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
  9. Itidal. Baca doa i’tidal.
  10. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
  13. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  14. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
  15. Salam.
  16. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar dan semakin takwa kepada Allah.
5 dari 6 halaman

Bacaan Niat Salat Gerhana Bulan

fenomena gerhana bulan total di hari waisak
©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

1. Sebagai Imam

Ushallî sunnatal khusûufi rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

"Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."

2. Sebagai Makmum

Ushalli sunnatal khusuufi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa.

Artinya:

"Saya niat sholat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."

3. Salat Munfarid

Ushalli sunnatal khusuufi rok’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya:

"Saya niat sholat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala."

6 dari 6 halaman

Bacaan Doa Sesudah Salat Gerhana Bulan

ilustrasi tasbih
©umipearls.com

Wama ya'zubu 'arrabbika min mitzqoli dzarratin fil ardli wa la fis samaa i wa la ashghara min dzalika wa man akbara illa fi kitaabim mubin.

Artinya:

"Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

 

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini