Sedih, Cerita Dedi Mulyadi Zaman Dulu Sering Puasa Senin dan Kamis Hingga 40 Hari 'Saya Tidak Makan Gula dan Garam, Hidup Prihatin'
Dedi Mulyadi mengenang masa lalunya yang sering puasa Senin Kamis.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi adalah sosok yang dikenal sangat sederhana. Selama ini, sebagai politikus ia tidak pernah memperlihatkan kehidupan mewahnya kepada masyarakat.
Sebaliknya, pria berusia 54 tahun itu justru lebih sering melakukan pendekatan kepada masyarakat menengah ke bawah. Dengan memberikan bantuan baik secara moral maupun material.
Ternyata, sikap sederhana itu sudah dialami oleh Dedi saat ia masih kecil. Ada banyak cerita masa lalu Dedi yang menyentuh hati saat ia masih tinggal di rumah kedua orang tuanya. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Dedi Mulyadi Sering Berpuasa
Dedi bercerita tentang masa lalunya di channel Youtube, KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Dalam video tersebut, sambil mencuci pakaian di kamar mandi, eks bupati Purwakarta itu mengenang masa sulitnya dulu sambil berkaca-kaca.
Sejak kecil, Dedi adalah seorang yang sudah pandai mencari uang. Saat SD ia memperoleh uang dari mengembala kambing, berjualan es, hingga menjual layang-layang.
Namun, di balik semua perjuangan yang dilakukan oleh Dedi, satu tradisi keluarga yang dari dulu sampai sekarang masih dipegang erat oleh Dedi adalah yaitu berpuasa Senin Kamis.
“Dan saya terus punya tradisi berpuasa Senin Kamis dari SD sampai sekarang,” ucap Dedi sambil mengeluarkan air mata.
Saat masih duduk di bangku sekolah, itulah waktu terbaik untuk melakukan banyak tirakat. Dedi mengaku saat SMA, banyak sekali jenis tirakat puasa yang ia lakukan. Mulai dari puasa Senin Kamis, sampai puasa mutih.
Puasa mutih merupakan puasa dengan membatasi makanan tertentu. Prinsip puasa mutih hanya memperbolehkan pelakunya untuk mengonsumsi nasi putih dan air putih saja tanpa lauk apapun.
“SMA adalah waktunya saya banyak tirakat. Puasa Senin Kamis. Saya puasa 7 hari, saya puasa 40 hari. Bahkan mungkin saya sudah melanggar syariat,Saya puasa mutih demi 3 hari 3 malam. Saya tidak makan gula dan garam selama 40 hari,” kata Dedi.
Perjalanan Hidup yang Berat
Satu hal yang dipelajari oleh Dedi Mulyadi adalah bahwa semua perjalanan hidup saat masih berada di bangku sekolah, mulai dari berjualan hingga puasa, nantinya akan mencapai titik yang terbaik di kemudian hari.
“Saya terus menjalani hidup dengan keprihatinan. Semua rangkaian itu saya jalani dan saya selalu meyakini bahwa apa yang saya lalui suatu saat akan sampai pada bulan. Inilah perjalanan hidup yang berat yang saya lewati,” katanya.
Terbukti, kini Dedi berhasil menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. Pada 28 Agustus 2024 lalu, ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar bersama dengan Erwan Setiawan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Selanjutnya, pada 9 Januari 2025, Dedi dan Erwan ditetapkan oleh KPUD Jabar bahwa mereka telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih untuk periode 2025-2030, dan dilantik pada 20 Februari 2025.
Sebagai seorang gubernur, Dedi memilih untuk memimpin Jabar dengan cara persuasif dan terjun langsung ke masyarakat. Tidak jarang, orang nomor satu di Jabar itu turun dan berkomunikasi dengan rakyatnya tentang kebijakan yang akan diperlakukan di Jawa Barat.